Breaking News:

Polsekta Banjarmasin Selatan Gelar Rekonstruksi Pembunuhan

Reka ulang atau rekonstruksi kasus pengeroyokan dengan senjata tajam dan potongan besi, hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia dilakukan reka ul

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Reka ulang atau rekonstruksi kasus pengeroyokan dengan senjata tajam dan potongan besi, hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia dilakukan reka ulang atau rekonstruksi, Kamis (4/10/2018) pagi.

Reka ulang tidak dilakukan di TKP, namun dilakukan di halaman Polsekta Banjarmasin Selatan. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sekitar 25 anggota Polsekta Banjarmasin Selatan berjaga-jaga di sekitar lokasi reka ulang.

Baca: Enam Penyelam Malaysia Tewas Saat Cari Seorang Remaja yang Tenggelam

Reka ulang dilaksanakan dengan 17 adegan. Antara lain, adegan pertama korban Norhasi alias Uncuy (28), yang diperankan orang lain, beberapa menit sebelum kejadian korban Uncuy marah-marah di rumah warga dan di rumah kakaknya.

Saat itu korban dalam kondisi habis menegak alkohol bercampur kuku Bima. Tak ada yang berani menegur, apalagi melerai. Sebab Uncuy saat itu memegang senjata tajam jenis clurit.

Sampai Uncuy memecahkan kaca jendela rumah kakaknya dan rumah warga. Pada saat Uncuy berada di luar rumah, ada dua warga yang sedang duduk di pos penjagaan di dalam gang.

Baca: Enam Penyelam Malaysia Tewas Saat Cari Seorang Remaja yang Tenggelam

Keduanya adalah Abdul Gani alias Gani (20) dan Hariadi alias Ari (27). Adengan berikutnya Uncuy yang sedang memegang clurit mendekati keduanya dan mengajak berkelahi.

Namun keduanya tak melayani. Entah mengapa korban Uncuy terus mendesak menantang keduanya. Akhirnya salah satu dari tersangka masuk ke dalam pos dan mengambil potongan besi.

Kemudian pada saat Uncuy menyerang dengan clurit, langsung ditangkis dengan potongan besi. Kemudian Uncuy mendapat pukulan besi di bagian kepala hingga tubuhnya jatuh ke tanah.

Pada saat itulah tersangka yang satu menyerang dengan menusukkan senjata tajam belati ke beberapa bagian tubuh korban Uncuy, hingga korban gak berdaya.

Baca: KRI Surabaya Angkut Bantuan untuk Korban Gempa di Palu dan Donggala

Setelah korban gak berdaya, keduanya kabur dengan mengendarai motor bebek. Selanjutnya korban dibawa warga sekitar ke RSUD Ulin Banjarmasin. Ternyata menjelang sore korban meninggal dunia dunia di rumah sakit akibat luka parah yang diderita korban.

Reka ulang yang berlangsung sekitar 15 menit itu, dipimpin oleh Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Najamuddin Bustari dan Kanit Reskrim Iptu Sisworo Zulkarnain.

Dari LBH Unlam Banjarmasin menyaksikan reka ulang yang merupakan penasihat hukum kedua tersangka.

Seperti diketahui, kasus pengeroyokan itu terjadi di Jalan 9 Oktober, Sungai Pahalau RT8, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin pada 13 September sekitar pukul 14.00 Wita.(banjarmasinpost.co.id / Jumadi)

Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved