Senin, 8 Juni 2026

Membenteng Muara Gembong, Saat 13 Ribu Mangrove Menjadi Penjaga Asa Warga dari Amukan Rob

Bagi warga Desa Pantai Sederhana di Muara Gembong, Bekasi, laut adalah kawan sekaligus ancaman yang senyap. 

Tayang:
Editor: Dodi Esvandi
HO/IST
Kegiatan penanaman pohon mangrove di Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, Bekasi Utara, sebagai respons terhadap banjir rob akibat abrasi yang masih kerap terjadi di kawasan pemukiman sekitar. 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Bagi warga Desa Pantai Sederhana di Muara Gembong, Bekasi, laut adalah kawan sekaligus ancaman yang senyap. 

Saban tahun, garis pantai mereka terus mundur, ditelan abrasi dan dikepung banjir rob yang kerap merangsek masuk hingga ke lantai rumah. 

Namun, di tengah ancaman hilangnya ruang hidup itu, secercah harapan hijau perlahan tumbuh dari lumpur pesisir.

Tepat pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (8/6/2026), riuh langkah kaki memecah kesunyian kawasan pesisir Bekasi Utara tersebut. 

Ratusan bibit pohon mangrove kembali ditancapkan ke tanah penyangga yang basah. 

Aksi ini bukan sekadar seremonial satu hari, melainkan kelanjutan dari napas panjang penyelamatan lingkungan yang dimotori oleh PT Hankook Tire Indonesia.

Dalam tiga tahun terakhir, komitmen nyata ini telah mewujud menjadi hamparan 13.000 bibit mangrove yang kini mulai mengakar kuat di Muara Gembong

Langkah tak putus ini sekaligus menjadi sokongan konkret bagi agenda nasional percepatan restorasi ekosistem pesisir, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025.

Baca juga: Tak Hanya Konservasi, Mangrove dan Bekantan Dinilai Perlu Jadi Bagian Budaya Masyarakat

Benteng Karbon dan Rumah Biota

Indonesia sebenarnya adalah episentrum hijau pesisir dunia, dengan menguasai sekitar 23 persen dari total ekosistem mangrove global. 

Di balik akarnya yang saling melilit, tersembunyi kontribusi raksasa: penyimpan 17?dangan karbon biru dunia, sekaligus rumah aman bagi lebih dari 200 spesies ikan dan udang.

Meski data nasional menunjukkan adanya tren positif kenaikan luas wilayah mangrove dari 3,44 juta hektar (2024) menjadi 3,45 juta hektar pada 2025, realita di lapangan tetap menantang. 

Alih fungsi lahan dan jeratan polusi terus mengancam kelestarian benteng hijau ini. 

Karena itulah, intervensi langsung di lapangan seperti yang terjadi di Muara Gembong menjadi sangat krusial.

"Kegiatan ini masih menjadi agenda utama kami untuk memberi dampak langsung pada wilayah operasional perusahaan," ujar Jung Jinkyun, Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia.

Menariknya, aksi ini sengaja dirancang membaur dengan masyarakat. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved