Sabam Sirait Soal Cawagub DKI: Kita Sabar Saja

Pengisian Wakil Gubernur DKI Jakarta dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta berdasarkan usulan dari partai politik

Sabam Sirait Soal Cawagub DKI: Kita Sabar Saja
ISTIMEWA
Politisi Senior Sabam Sirait 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Sudah hampir setahun, atau tepatnya 11 bulan, pemerintahan DKI Jakarta tak memiliki Wakil Gubernur setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang resmi mundur pada 27 Agustus 2018 karena mengikuti kontestasi Pilpres.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 176 UU 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), pada Pasal 176 ayat (1) UU Pilkada menyebutkan bahwa dalam hal Wakil Gubernur DKI Jakarta berhenti karena permintaan sendiri.

Baca: Prasetyo Edi: Sabam Sirait Selalu Ada Dalam Perjalanan Partai

Pengisian Wakil Gubernur DKI Jakarta dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta berdasarkan usulan dari partai politik atau gabungan Partai politik pengusung.

Ayat 2 pasal tersebut juga menyatakan bahwa partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua orang calon Wakil Gubernur DKI Jakarta kepada DPRD DKI Jakarta melalui Gubernur DKI Jakarta untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

Baca: Wacana Kembalinya Sandiaga Jadi Wagub DKI: Tanggapan Sandiaga hingga Aturan Kemendagri

Senator DKI Jakarta Sabam Sirait menjawab diplomatis terkait hal ini. Sabam mengira, partai politik pengusung dan Gubernur DKI Jakarta masih sibuk dengan urus lain yang dianggap penting.  "Jadi mungkin perhatiannya sedang kesana. Jadi saya kira kita sabar saja," kata politisi senior ini Kamis (11/7/2019).

Sabam menilai dengan kursi Wakil Gubernur yang masih kosong, hal ini belum terlalu mengganggu roda pemerintahan DKI Jakarta.  Namun demikian, bila berlarut-larut sampai setahun tidak ada juga, disarankan agar diurus juga. "Kalau sudah setahun, ya secepatnya saja diisi," kata Sabam.

sabam dan jokowi
Politisi senior Sabam Sirait

Sabam menambahkan selama ini hubungan antara Gubernur Anies dengan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo terjalin dengan sangat baik. Lebih-lebih keduanya pernah saling mendukung.

Baca: Tjahjo: Sudah Mundur Secara Sukarela, Seyogyanya Sandiaga Tidak Kembali Jadi Wagub DKI

Dalam Pilpres 2014, jelas Sabam, Anies mendukung Jokowi. Anies juga pernah menjadi menteri-nya Jokowi. Bahwa kemudian ada pilihan politik yang berbeda, namun hubungan keduanya tetap baik.  "Saya kenal keduanya. Mereka saling menghargai satu sama lain," pungkas Sabam.

Dalam Pilkada DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga diusung oleh yaitu Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca: Sabam Sirait, Petarung Politik dan Negarawan Handal

Pada 16 Oktober 2017, Anies dan Sandi dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Prosesi pelantikan ini diawali dengan penyerahan petikan Surat Keputusan Presiden.

Sepuluh bulan kemudian, pada 27 Agustus 2018, Sandiaga Uno resmi mundur sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta usai membacakan surat pengunduran diri di Gedung DPRD DKI Jakarta dalam sidang paripurna. Sandi menjadi Cawapres dari Prabowo Subianto.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved