Breaking News:

Respons Bupati Bogor Sikapi Ratusan Bus TransJakarta Terbengkalai di Wilayahnya

Bupati Bogor Ade Yasin angkat suara terkait ratusan bus Transjakarta yang terbengkalai di sebuah lahan kosong di Dramaga, Kabupaten Bogor.

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Sejumlah bus transjakarta tampak terbengkalai di Lapangan Kawasan Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/7/2019). Ratusan bus itu sejak 2018 sebagian tak terawat dan rusak. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin angkat suara terkait ratusan bus Transjakarta yang terbengkalai di sebuah lahan kosong di Dramaga, Kabupaten Bogor.

Ade Yasin berharap sekitar 300 bus Transjakarta tersebut tidak terlalu lama disimpan di kawasan Dramaga.

Ia khawatir, lokasi tersebut menjadi tempat hal-hal yang tak diinginkan.

"Saya pikir jangan lama-lama kalau mau simpan di sini. Karena pasti kerawanan sosial akan muncul. Pertama ini bisa dijadikan tempat pacaran, kedua bisa jadi sarang nyamuk, ketiga orang nyimpen-nyimpen apa juga kita engga tahu," kata Ade Yasin kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Baca: Mbah Kirman Kayuh Becak Surabaya-Denpasar Demi Hadiri Kongres PDIP di Bali

Baca: Mogok massal di Hong Kong sebabkan kekacauan transportasi, 200 penerbangan dibatalkan

Baca: Di Mana Rini Soemarno saat Jokowi Sambangi Kantor PLN? Ini Penjelasan Stafnya

Dia mengatakan penyimpanan ratusan bus Transjakarta ini tidak disertai izin.

Meski begitu, dia mengaku tetap menghormati proses hukum yang melibatkan ratusan bus tersebut.

"Daripada nganggur begini, bagusnya dihibahkan aja untuk bus sekolah. Tapi selesaikan dulu kasusnya. Kalau sementara di sini tidak masalah, tapi kalau harus di sini bertahun-tahun, itu saya keberatan, karena rawan sosial," katanya.

Ade mengaku bahwa secara kewilayahan, pihaknya tak berkenan menjadi tempat penampungan ratusan bus terbengkalai tersebut.

"Kita lihat setelah kasusnya selesai, ini mau dikemanakan. Meskipun ini tempat pribadi, tapi kan adanya di wilayah Kabupaten Bogor. Saya pikir saya harus bersurat menanyakan bus ini selanjutnya, dan secara kewilayahan ini gak berkenan jadi tempat penampungan," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved