Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

4 Jasad Korban Kecelakaan Maut Tol Cipularang Belum Teridentifikasi, Ini Penjelasan RS Polri

Kepolisian hingga kini belum bisa mengidentifikasi 4 jasad korban kecelakaan Tol Cipularang KM 91.

4 Jasad Korban Kecelakaan Maut Tol Cipularang Belum Teridentifikasi, Ini Penjelasan RS Polri
KOMPAS/MELATI MEWANGI
Warga melihat sisa-sisa kendaraan yang hangus terbakar dalam kecelakaan beruntun di ruas Jalan Tol Cipularang Km 91, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019), Kecelakaan ini melibatkan 21 kendaraan dan menyebabkan sedikitnya 8 orang tewas. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian hingga kini belum bisa mengidentifikasi 4 jasad korban kecelakaan Tol Cipularang KM 91.

Hasil pemeriksaan gigi yang dilakukan Tim Disaster Victims Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati belum membuahkan hasil.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan Tim DVI telah menggelar rapat rekonsiliasi terkait hasil pemeriksaan gigi yang dilakukan kemarin.

Baca: 383 Pengungsi Asing Diserahkan ke Pemkab Sidoarjo, Bukan Tanggungjawab Rudenim Surabaya

Rapat rekonsiliasi dilakukan dengan cara mencocokan hasil pemeriksaan gigi dengan data antemortem (data sebelum kematian) yang baru diberikan dua keluarga yang merasa keluarga korban.

"Gigi berhasil kita dapatkan. Namun setelah kita lakukan rekonsiliasi dengan data antemortem ternyata belum ada yang match (cocok)," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (5/9/2019).

Meski gagal teridentifikasi, belum dapat dipastikan di antara keempat korban bukan anggota keluarga dari dua keluarga yang sudah memberikan data antemortem.

Baca: Aulia Kesuma Peragakan Adegan Beli Obat Tidur Untuk Bunuh Suami dan Anak Tiri di Apotek Apartemen

Edy menuturkan ada kemungkinan pemeriksaan gigi tak berhasil karena tim dokter forensik tak mendapati gigi keempat jasad dalam kondisi utuh.

Dampak benturan akibat kecelakaan membuat kondisi kepala korban tak utuh, pun dengan bagian gigi dan otak yang dijadikan sampel untuk identifikasi.

"Karena gigi yang kita dapat di posmortem (kondisi setelah kematian) tidak empat jenazah, jadi kami hanya dapat dua jenazah. Dan itu pun tidak seluruhnya dapat, tidak full gigi," ujarnya.

Baca: Rumah Pribadi Bupati Bengkayang dan Mess Pemda Sepi

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved