Ini Dalih yang Paling Banyak Dipakai oleh Pelanggar Ganjil Genap

Bermacam cara digunakan oleh para pelanggar kebijakan perluasan ganjil genap untuk menghindari sanksi dari petugas kepolisian.

Ini Dalih yang Paling Banyak Dipakai oleh Pelanggar Ganjil Genap
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Aparat kepolisian melakukan tindak tilang kepada pengendara yang melanggar peraturan ganjil genap di ruas Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019). Ruas ganjil genap diperluas menjadi 25 ruas jalan di Jakarta dan telah dilakukan penindakan tilang mulai hari ini. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bermacam cara digunakan oleh para pelanggar kebijakan perluasan ganjil genap untuk menghindari sanksi dari petugas kepolisian.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir mengatakan ada dua alasan utama yang sering digunakan oleh pelanggar ganjil genap.

Alasan peratama yang sering diucapkan pelanggar karena pelanggar tidak mengetahui ada kebijakan ganjil genap yang diberlakukan di ruas jalan yang dilaluinya.

"Pertama, dalam sosialisasi yang kita lakukan hampir 1 bulan lebih, alasan pertama orang baru, baru melintas. Walaupun mungkin ada pemberitahuan rambu atau tulisan spanduk yang sudah terpasang dari satu bulan sebelumnya," ujar Nasir di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Baca: Perluasan Ganjil Genap di DKI Jakarta: Ada yang Minta Damai Hingga Suami Artis Ditilang

Baca: Ditilang Karena Langgar Aturan Ganjil Genap, Mobil Mewah Ini Terpaksa Ditahan Polisi

Padahal, menurut Nasir, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan pemasangan rambu-rambu maupun sepanduk di sekitar lokasi.

Pihaknya bahkan telah melakukan survei di beberapa titik untuk memastikan rambu pemberitahuan ganjil genap telah terpasang.

Alasan kedua pelanggar melakukan pelanggaran ganjil genap karena pengendara harus melalui ruas tersebut meskipun kendaraan yang dibawanya tidak diperbolehkan melintas.

"Kedua, orang banyak melanggar karena kebutuhan. Orang banyak melintas disitu. Itu yang jadi alasan utama pelanggar ganjil genap," ungkap Nasir.

Seperti diketahui, pemberlakuan kebijakan sistem ganjil-genap di 25 titik ruas jalan di Jakarta mulai diberlakukan sejak hari ini.

Pengendara yang melanggar akan diganjar denda Rp 500 ribu.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved