Kompas dan Mainichi Shimbun Kerja Sama Gelar Lomba Lari Estafet 'Jakarta Kizuna Ekiden 2019'

Lomba lari estafet ini akan digelar di Parkir Timur, Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu (15/9/2019) sejak pukul 6.30 WIB

Kompas dan Mainichi Shimbun Kerja Sama Gelar Lomba Lari Estafet 'Jakarta Kizuna Ekiden 2019'
Istimewa
Istimewa, konferensi pers Jakarta Kizuna Ekiden 2019 di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harian Kompas bekerjasama dengan surat kabar Jepang, Mainichi Shimbun menggelar lomba lari estafet bertajuk 'Jakarta Kizuna Ekiden 2019".

Lomba lari estafet ini akan digelar di Parkir Timur, Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu (15/9/2019) sejak pukul 6.30 WIB.

Baca: Berawal dari Niat Turunkan Berat Badan, Pelari Marathon Ini Sudah Keliling 70 Negara

Sejak dihelat pertama kali pada tahun 2014 lalu, Jakarta Kizuna Ekiden telah menarik banyak perhatian warga Indonesia maupun para ekspatriat Jepang yang tinggal di Jabodetabek dan sekitarnya.

Tidak hanya menggelar lari estafet, tahun ini juga akan ada beberapa kompetisi lain seperti kompetisi cosplay, kompetisi wonder woman dan penghargaan suporter terbaik.

"Di tahun ini ada dua kategori baru yaitu Wonder Woman dan Suporter. Wonder Woman itu khusus untuk ke empat pelari harus wanita semua. Kalau suporter itu dari tahun ke tahun selalu naik suporternya, jadi tahun ini kita beri penghargaan khusus untuk suporter paling meriah," tutur Event Manager Kompas, Budhi Sarwiadi saat jumpa pers Jakarta Kizuna Ekiden 2019 di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Peserta yang mengikuti acara ini mencapai 2.400 orang, jumlah ini meningkat sebanyak 320 peserta dibanding tahun 2018.

Director Business Development Headquarters The Mainichi Newspapers, Otsubo Shingo mengatakan bahwa perlombaan ini berasal dari sejarah Jepang.

"Eki artinya stasiun. Pada zaman dahulu di Jepang ada seorang yang rambutnya diikat dan membawa surat dari stasiun ke stasiun yang bernama hikaku. Saat itu tak ada kendaraan dan hakiku membawa surat di semacam tas kecil di belakang dan berlari membawa surat ke stasiun. Pada saat sampai di satu stasiun ia harus memberikan surat ke hakiku berikutnya untuk berlari ke stasiun berikutnya," terang Shingo menjelaskan kenapa perlombaan tersebut bernama Kizuna Ekiden.

Nantinya masing-masing peserta yang mengikuti Jakarta Kizuna Ekiden 2019 akan menempuh jarak sekitar 2,9 km.

Event ini juga akan diramaikan oleh Haruka Nagakawa, Jerome Polin, Shohei Matsunaga dan Yozhimi Ozaki.

Editor in Chief of Kompas Daily Newspaper, Ninuk Mardiana Pambudy berharap melalui Jakarta Kizuno Ekiden 2019 akan lebih mempererat hubungan warga Indonesia dengan warga Jepang.

"Semoga Jakarta Kizuna Ekiden bisa memberikan manfaat bagi kita semua untuk Indonesia dan Jepang yang lebih baik," terang Ninuk.

Baca: Aksi Nyata Kacang Garuda Melalui Liga Kompas Kacang Garuda U-14

Untuk juara pertama estafet Jakarta Kizuna Ekiden 2019, panitia menyiapkan special invitation ke Borobudur Maraton dengan semua biaya akomodasi ditanggung penyelenggara.

"Juara pertama berbeda dengan tahun lalu, keempatnya akan kita berikan fasilitas ke Borobudur Maraton. Akan kita terbangkan pulang pergi dan akomodasi sudah ditanggung semua. Slot jaraknya nanti masih kita rundingkan," tambah Budhi.

Penulis: Lita febriani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved