Kasus Ratna Sarumpaet

Banding Ditolak, Jaksa Tunggu Reaksi Ratna Sarumpaet

Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak upaya banding Ratna dengan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Banding Ditolak, Jaksa Tunggu Reaksi Ratna Sarumpaet
Tribunnews/JEPRIMA
Aktivis Ratna Sarumpaet menjalani sidang vonis kasus penyebaran berita bohong atau hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Ratna Sarumpaet karena dianggap bersalah telah menyebarkan hoaks yang mengakibatkan keonaran seperti diatur dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umun yang memeriksa perkara terpidana kasus penyiaran berita bohong yang menerbitkan keonaran Ratna Sarumpaet, Daroe Tri Sadono, membenarkan bahwa Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak upaya banding Ratna dengan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ketika ditanya terkait apakah pihaknya akan mengajukan kasasi terkait dengan putusan Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut, Daroe mengatakan masih harus mempelajari putusan tersebut.

"Kita tunggu reaksi RS (Ratna Sarumpaet). Kita juga pelajari dulu putusan banding, apakah ada alasan untuk ajukan kasasi atau tidak," kata Daroe saat dihubungi wartawan pada Kamis (19/9/2019).

Diberitakan sebelumnya, Penasihat Hukum terdakwa kasus penyiaran berita bohong yang menerbitkan keonaran Ratna Sarumpaet, Desmihardi, mengatakan upaya hukum berupa banding yang diajukan kliennya ditolak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Baca: Enggan Respon Masalah RUU Pemasyarakatan, Dirjen PAS: Tunggu Paripurna

Ia mengatakan, hal itu diketahuinya dari dokumen putusan yang sudah diterimanya.

Menurut Desmihardi, dalam putusan tersebut Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menilai putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menjatuhkan hukuman penjara untuknya selama dua tahun sudah tepat.

"Pokok amar putusannya menguatkan Putusan PN Jakarta Selatan tanggal 11 Juli 2019 Nomor 203/Pid.Sus/2019/PN.Jkt.Sel dengan pertimbangan hukum bahwa pertimbangan hukum PN Jaksel sudah tepat," kata Desmihardi saat dihubungi wartawan pada Kamis (19/9/2019).

Desmihardi mengatakan, sebetulnya Ratna sudah menerima putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut.

Namun karena jaksa penuntut umum mengajukan banding, maka pihaknya juga ikut mengajukan banding.

"Untuk upaya hukum kasasi Ibu Ratna masih mempertimbangkan apakah mengajukan kasasi atau tidak," kata Desmihardi.

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved