Penasihat Hukum 29 Terdakwa Kasus Kerusuhan 21-22 Mei Sayangkan Vonis Hakim

Meski para terdakwa tersebut akan bebas pada Senin (23/9/2019) pekan depan, namun Oky menilai putusan tersebut tidak adil.

Penasihat Hukum 29 Terdakwa Kasus Kerusuhan 21-22 Mei Sayangkan Vonis Hakim
Tribunnews.com/Gita Irawan
Suasana usai sidang putusan kasus kerusuhan 21-22 Mei di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (19/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penasihat hukum 29 terdakwa kasus kerusuhan 21-22 Mei Oky Wiratama menyayangkan vonis 4 bulan 3 hari yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (19/9/2019).

Meski para terdakwa tersebut akan bebas pada Senin (23/9/2019) pekan depan, namun Oky menilai putusan tersebut tidak adil.

Baca: Pintu di Hotel Sultan Rusak Pascakericuhan saat MKGR Gelar Munaslub

Itu karena Majelis Hakim menyatakan mereka secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah membantu para demonstran dengan memberikan air untuk cuci muka dan minum.

Terlebih menurutnya, meski para terdakwa dan keluarga tampak dengan dan haru mendengar putusan tersebut, namun Oky mengatakan bahwa putusan tersebut berdampak pada catatan kriminal para terdakwa.

"Walaupun tadi keluarga senang, saya menyayangkan. Status bersalah itu akan melekat pada para terdakwa yang kebanyakan satpam dan petugas kebersihan. Mereka mungkin akan kesulitan mencari kerja dengan itu," kata Oky di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat usai sidang.

Terlebih, menurut Oky, perbuatan yang dituntut jaksa penuntut umum kepada para terdakwa tersebut tidak memenuhi asas kausalitas dalam hukum pidana karena air tersebut tidak secara langsung digunakan untuk menyerang aparat.

"Kecuali kalau air itu dipanaskan lalu digunakan untuk menyerang aparat, ini kan tidak. Di persidangan air itu terbukti digunakan untuk minum dan cuci muka. Barang buktinya saja galon dan ember," kata Oky.

Meski begitu, dengan berat hati ia menerima putusan Majelis Hakim.

Oky mengatakan, para terdakwa juga telah menerima putusan tersebut dan tidak mengajukan upaya hukum selanjutnya.

Halaman
1234
Penulis: Gita Irawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved