Minggu, 31 Agustus 2025

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Kapolres Jakarta Pusat Borong Minuman Dari Pedagang Keliling Usai Amankan Unjuk Rasa

Kapolres Harry kurniawan sengaja menghentikannya untuk memborong dagangannya bagi personel kepolisian yang bertugas mengamankan demo.

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Hari Darmawan
Mamang, seorang pedagang keliling yang diborong oleh anggota kepolisian, Senin (30/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pedagang minuman keliling diberhentikan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan, setelah situasi di sekitar stasiun Palmerah, Senin (30/9/2019) pukul 21.07 WIB mulai kondusif.

Pedagang keliling tersebut dihentikan, bukan untuk ditangkap.

Kapolres Harry kurniawan sengaja menghentikannya untuk memborong dagangannya bagi personel kepolisian yang bertugas mengamankan demo.

Baca: Besok, 14 Artis Ini Dilantik sebagai Anggota DPR RI Periode 2019-2024

Baca: Gagal Menang di Laga Derbi, Rumah Gelandang Real Madrid Dirampok

Baca: BNPT Rangkul 36 Kementerian dan Lembaga Atasi Permasalahan Terorisme di Tiga Provinsi

"Pak berhenti, berhenti, anggota kepolisian silahkan pesam, nanti Polres Jakarta Pusat yang bayar," ujar Harry Kurniawan.

Anggota kepolisian pun langsung mendekati pedagang keliling untuk memesan minuman.

Pedagang minuman keliling yang akrab dipanggil Mamang, memang biasa menjual minuman keliling menggunakan sepeda di sekitaran Senayan.

Baca: Demonstran Blokade Jalan di Kawasan Semanggi, Bakar Barrier Oranye dan Lempari Mobil Barracuda

"Awalnya kaget kenapa diberhentikan, namun setelah tau mau diborong saya berhenti, dan merasa senang," katanya.

Hingga saat ini, sejumlah anggota kepolisian masih memesan minuman sambil beristirahat setelah seharian menjaga aksi unjuk rasa.

Puluhan pelajar diamankan

 Aparat Polda Metro Jaya mengamankan sekitar 50 orang pedemo yang terlibat kericuhan dan di depan Mapolda Metro Jaya, Senin (30/9/2019) malam sekira pukul 19.10.

Satu persatu mereka digiring dan dibawa ke dalam Mapolda Metro Jaya.

Para pedemo yang diamankan kebanyakan pelajar.

Hal itu tampak dari wajah mereka yang masih muda dan tak membawa almamater.

Sejumlah massa yakni warga dan polisi tampak meneriaki mereka saat dibawa petugas.

Ratusan pedemo dipukul mundur pasukan anti huru-hara hingga ke depan Mapolda Metro Jaya di Jalan Gatot Subroto, Senin (30/9/2019).

Baca: Tes Kepribadian: Ungkap Karakter Aslimu Lewat Pilihan Siapa Anak yang Menurutmu Memecahkan Vas

Baca: Bocah 9 Tahun Yang Dipaksa Mengemis Orangtuanya di Lhokseumawe Kini banyak Yang Ingin Mengadopsi

Baca: Malang Siap Sambut Pebulutangkis Dunia Peserta Indonesia Masters 2019

Dari titik ini, mereka kembali dipukul mundur ke arah Cawang dengan puluhan kali tembakan gas air mata.

Banyaknya tembakan gas air mata membuat sejumlah warga dan petugas kepolisian yang menonton di depan Mapolda Metro Jaya juga merasakan dampaknya.

Mereka terpaksa menutup mulut dengan masker serta mengoleskan odol di bawah mata agar dampak gas air mata tak terlalu terasa.

Pantauan Warta Kota, personel anti huru-hara kepolisian terus memukul pendemo hingga menjauh dari Mapolda Metro Jaya.

Beberapa personel kepolisian anti huru-hara tampak juga tergeletak terkena dampak gas air mata.

Sejumlah kalangan pendemo rusuh yang diamankn di mapolda metro jaya, senin (30/9/2019) malam.

Blokade jalan di Kawasan Semanggi

Massa aksi masih bertahan di kawasan Semanggi, tepatnya di seberang Universitas Atma Jaya arah Jalan MH Thamrin, Senin (30/9/2019) malam.

Mereka membakar sejumlah barrier di jalan Jenderal Sudirman dan memblokade jalan arah MH Thamrin.

Pantauan Wartawan TribunJakarta.com 20.50 WIB, massa menimpuki mobil barracuda yang menembus lautan massa.

Baca: Naturalisasi Sandy Walsh Tak Kunjung Terwujud karena Ini

Baca: Bentrok Pecah di Kawasan Semanggi, Massa Aksi Masih Bertahan di Jalan

Baca: Zul Zivilia Senang Bisa Ketemu Anak Bungsunya

Mereka melempari mobil baja tersebut dengan kayu dan bebatuan.

Sementara arus lalu lintas dari arah Senayan menuju Jalan Jenderal Sudirman lumpuh total.

Kendaraan diminta putar balik oleh massa aksi.

Jalur busway pun turut diambil alih oleh massa.

Pukul mundur massa di Pejompongan

Kepolisian berhasil memukul mundur massa yang masih bertahan di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019) malam.

Kepolisian menembakan gas air mata setelah massa berusaha kembali menyerang ke arah petugas.

Selain itu, massa juga menyerang petugas dengan petasan dan membakar ban di tengah jalan.

Baca: Daftar Travel Umrah di Surabaya, Simak Harga dan Jadwalnya

Baca: Nia Ramadhani Berkuda Bareng Adinda Bakrie, Sosialita Cantik & Cerdas Sepupu Ardie Bakrie

Baca: Manchester United vs Arsenal, Banyak Pemain Asing Tak Takut Lagi Lawan MU di Old Trafford

Pantauan wartawan TribunJakarta.com Pukul 19.50 WIB, setelah menembakan gas air mata, satu mobil barakuda polisi bergerak ke arah massa.

Massa pun kocar kacir mundur ke arah belakang serta ke rel kereta api yang ada di samping jalan tersebut.

Setelah itu, polisi pun mengamankan beberapa orang dari lokasi kericuhan.

Sampai saat ini, polisi kembali menembakan gas air mata ke arah massa yang tetap bertahan di Jalan Pejompongan.

16 pemuda diamankan

Polisi mengamankan 16 orang pemuda yang diduga terlibat kericuhan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).

Pantauan Tribunnews.com hingga pukul 18.43, tampak beberapa pemuda dikejar polisi hingga ke ruas Tol Dalam Kota.

Mereka langsung dibawa masuk ke gedung Polda Metro Jaya.

Pemuda yang diamankan tampak mengenakan seragam putih abu-abu.

Baca: Empat Orang Diduga Pemicu Kericuhan Demo di Gedung DPR RI Ditangkap Polisi

Baca: Suhadi Harapkan RUU yang Dibahas Benar-benar Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat

Baca: Dua Startup GudangImpor.com dan Importir.org Jalin Kerjasama

Beberapa lainnya tampak mengenakan baju bebas.

Seperti diketahui, para pelajar mulai melempari petugas kepolisian dengan batu di Jalan Gatot Subroto tepatnya depan Gerbang Tol Kuningan 1, Senin (30/9/2019) sejak pukul 18.08 WIB.

Tampak petugas langsung menembakkan gas air mata beberapa kali untuk memukul mundur massa.

Akibatnya masyarakat yang berada di sekitar gedung Polda Metro Jaya langsung berlarian dan berlindung dari tembakan gas air mata.

Massa dihalau oleh petugas yang membentuk barikade dilengkapi tameng dan tongkat.

Tampak beberapa pelajar diamankan petugas kepolisian dan dibawa masuk ke dalam Polda Metro Jaya.

Ricuh di depan Polda Metro Jaya

Massa pelajar melempari petugas kepolisian dengan batu di Jalan Gatot Subroto tepatnya depan Gerbang Tol Kuningan, Senin (30/9/2019).

Massa mencoba merangsek menyerang petugas yang berada di depan Polda Metro Jaya.

Massa mulai melempari batu pada pukul 18.08.

Serangan tersebut dibalas petugas dengan menembakkan gas air mata sebanyak empat kali untuk memukul mundur massa.

Baca: Viral Temuan Mayat Sopir Tergantung di Bak Truk Miliknya, Polisi Duga Kasus Bunuh Diri

Baca: Dua Orang Ini Kepergok Edarkan Uang Palsu Saat Beli Minyak Pakai Upal

Akibatnya massa yang berada di sekitar gedung Polda Metro Jaya langsung berlarian dan berlindung dari tembakan gas air mata.

Massa dihalau petugas yang membentuk barikade dilengkapi tameng dan tongkat.

Tampak beberapa pelajar diamankan petugas kepolisian dan dibawa masuk ke dalam Polda Metro Jaya.

Pukul mundur massa di Jalan Tentara Pelajar

Massa pendemo berhasil dipaksa mundur hingga pasar dan stasiun Palmerah.

Pantauan Tribunnews.com, saat ini massa sudah mulai mundur dan membuka akses jalan sehingga dapat dilalui beberapa kendaraan.

Namun, terlihat perjalanan commuterline masih terganggu dan kereta tertahan di Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat.

Baca: Murka Uya Kuya Saat Sepatu Dibakar Nino Kuya, Suami Astrid Ungkap Alasan Beli Sepatu Seharga Mobil

Baca: Fotografer Abadikan Momen Langka Bayi Zebra Albino. Motifnya Tak Bias!

Baca: Klasemen Liga Italia - AC Milan bak Bumi dan Langit dengan Inter Milan

Masa pengunjuk rasa pun memenuhi jembatan penyebarangan yang terhubung dengan stasiun Palmerah.

Pihak kepolisian masih membentuk barikade, dan memberikan arahan agar pendemo mundur dan pulang ke rumah.

Bentrokan ini terjadi pada pukul 16.35 dan sempat terjadi pelemparan batu dari massa pendemo ke arah barikade petugas kepolisian.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan