Sabtu, 30 Agustus 2025

Bantah Pernyataan Anies Baswedan soal e-Budgeting, Ahok: Pak Anies Terlalu Over Smart

BTP alias Ahok, membantah pernyataan Anies Baswedan soal e-Budgeting warisannya. Selama Ahok memerintah, e-Budgeting berjalan lancar.

Editor: Daryono
TRIBUNNEWS Dany Permana / KOMPAS.com Ghinan Salman
BTP alias Ahok, membantah pernyataan Anies Baswedan soal e-Budgeting warisannya. Selama Ahok memerintah, e-Budgeting berjalan lancar. 

TRIBUNNEWS.COM - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, menanggapi terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengenai sistem e-Budgeting warisannya.

Ahok membantah pernyataan Anies yang menyebut ada kesalahan dalam e-Budgeting dan memiliki banyak masalah.

Iapun menilai Anies Baswedan terlalu pintar.

"Aku sudah lupa definisi smart seperti apa, karena Pak Anies terlalu over smart," kepada Kompas.com, Kamis (31/10/2019).

Dilansir Tribunnews, Ahok mengatakan e-Budgeting justru diperlukan agar penggunaan anggaran DKI Jakarta diketahui publik.

Masyarakat bisa mengakses data untuk mengetahui anggaran akan digunakan untuk apa saja.

Basuki Tjahaja Purnama atau BTP atau Ahok disambut sejumlah relawan PDI Perjuangan saat berkunjung ke kediaman Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di Jakarta, Selasa (30/4/2019)
Basuki Tjahaja Purnama atau BTP atau Ahok disambut sejumlah relawan PDI Perjuangan saat berkunjung ke kediaman Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di Jakarta, Selasa (30/4/2019) (Tribunnews.com/Reza Deni)

"Semua orang mau tahu pengeluaran uang APBD DKI bisa dapatkan data dari pembelian pulpen sampai Aibon. Sampai UPS," kata Ahok, Kamis.

Baca: VIRAL Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 M, KPK Beri Tanggapan hingga Anies Baswedan Salahkan e-Budgeting

Baca: Gencar Kritik Anies Baswedan, PSI Dituding Merupakan Penggemar Ahok: BTP Kan Kader Partai Lain

Dinilai Anies bermasalah, e-Budgeting justru berjalan lancar selama pemerintahan Ahok.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, sistem e-Budgeting bisa jadi bermasalah karena ada pihak yang berniat memanipulasi anggaran saat akan input data.

Ahok pun menilai, e-Budgeting bisa berjalan baik jika tidak ada niat memark-up atau mencuri.

"Sistem itu berjalan baik jika yang input datanya tidak ada niat mark-up apalagi maling."

"Untuk mencegah korupsi hanya ada satu kata transparansi sistem yang ada," lanjutnya.

"Ternyata banyak (yang) sudah viral, orang-orang yang pintar dan tahu sistem e-Budgeting."

"Kalau aku sudah lupa mungkin kelamaan belajar ilmu lain di Mako Brimob," tutup dia.

Sebelumnya, Anies menyebut sistem e-Budgeting warisan Ahok bermasalah terkait viralnya anggaran lem Aibon yang mencapai Rp 82,8 niliar.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan