Polemik APBD DKI Jakarta

Pengelolaan Residu ITF Dicoret, Komisi D DPRD DKI: Anggarannya Ngawur Tuh!

Komisi D DPRD DKI Jakarta memotong anggaran ITF yang semula Rp 10 miliar menjadi Rp 6 miliar.

Pengelolaan Residu ITF Dicoret,  Komisi D DPRD DKI: Anggarannya Ngawur Tuh!
Ist for tribunnews.com
Anggota Komisi D DPRD DKI dari Fraksi PDIP Hardiyanto Kenneth. 

Perlu diketahui sebelumnya, ITF di Sunter sendiri ditargetkan mulai beroperasi pada 2022.

Nantinya, fasilitas ini akan terhubung dengan Gardu Induk Kemayoran melalui jalur transmisi 150kV sepanjang 2,2km.

Selain itu, fasilitas ITF lainnya akan dicarikan lahan di wilayah Cilincing, Jakarta Utara; Rawa Buaya, Jakarta Barat; dan wilayah Jakarta Selatan.

Setelah empat ITF itu telah beroperasi, TPST Bantar Gebang akan dijadikan tempat pembuangan residu dan Selama ini, DKI Jakarta memang masih mengandalkan TPST Bantargebang sebagai tempat pembuangan sampah pertama dari ibu kota.

Pemprov DKI sebelumnya telah menganggarkan Rp750 miliar dalam APBD DKI 2019 untuk pembangunan ITF.

Sesuai Pergub Nomor 33 Tahun 2018.

Ketergantungan DKI terhadap Bantar Gebang dikhawatirkan bisa menimbulkan krisis sampah di Jakarta.

Sebab, Bantargebang setiap harinya menerima 7.5000 ton sampah dari Jakarta.
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bahkan memperkirakan TPST Bantar Gebang akan mengalami kelebihan kapasitas atau overload pada 2021.

Kenneth pun menambahkan, saat ini Jakarta sudah dalam darurat sampah, banyak sampah yang sudah tidak tertampung lagi dikarenakan volume sampah yang dihasilkan di Jakarta setiap tahunnya meningkat.

"Jakarta darurat sampah. Coba Dinas Lingkungan Hidup cari solusinya bagaimana. Saat ini sampah sudah overload," tutupnya.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved