Pohon Angsana dan Beringin di Cikini Itu Kini Tak Ada Lagi, Ini Kenangan Sejumlah Pejalan Kaki

Karyawan swasta asal Bogor, Jawa Barat ini mengatakan ada kenangan dengan pohon-pohon angsana dan beringin tersebut

Pohon Angsana dan Beringin di Cikini Itu Kini Tak Ada Lagi, Ini Kenangan Sejumlah Pejalan Kaki
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Sisa-sisa batang pohon angsana dan beringin yang berada di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pohon angsana dan pohon beringin yang sudah berada puluhan tahun di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, ditembang oleh Pemprov DKI Jakarta.

Saat masih berdiri kokoh di sana, pohon-pohon tersebut mampu melindungi pejalan kaki dari sorot sinar matahari yang menyengat.

"Saat hari kerja, saya selalu melintas di sini. Dulu adem banget ya, sekarang karena pohonnya digunduli, jadi panas banget," ujar Fifi, di atas trotoar Jalan Cikini Raya, Kamis (7/11/2019).

Karyawan swasta asal Bogor, Jawa Barat ini mengatakan ada kenangan dengan pohon-pohon angsana dan beringin tersebut.

"Kayak waktu saya mau makan siang dulu, kalau menunggu teman, kumpul dulu di sini. Meneduh-lah karena adem," ucap Fifi, yang bekerja di kantor, kawasan Cikini.

 Presiden Jokowi Singgung Rangkulan Surya Paloh dan Sohibul Iman, PSI: Sindiran, PDIP: Itu Guyonan

Tak hanya Fifi, Mahasiswa jurusan seni rupa ini pun memiliki kenangan dengan pohon angsana dan beringin tersebut.

Adalah Satria (26), yang mengatakan pernah menggambar pohon angsana dan beringin tersebut untuk tugas kuliahnya.

"Dulu banget, tahun 2013-an lah ya. Saya pernah melukis pohon-pohon di sini untuk tugas kuliah. Cuma sekarang enggak tahu di mana gambarnya," ucap Satria, yang kini menjadi seniman lukis.

Sisa-sisa batang pohon angsana dan beringin yang berada di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).
Sisa-sisa batang pohon angsana dan beringin yang berada di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Satria bercerita, saat dirinya sebagai mahasiswa di kawasan Cikini, hampir setiap hari dirinya melintas di trotoar tersebut.

Sebab, rumahnya yang berada di Depok, Jawa Barat, menuntutnya untuk menggunakan jasa layanan kereta rel listrik (KRL).

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved