HRPractiCase, HRD se-Jabodetabek Berkumpul Bahas Soal Bonus Demografi

Acara HRPractiCase sendiri bertujuan sebagai wadah untuk belajar para HR Practicioner untuk membedah kasus-kasus

HRPractiCase, HRD se-Jabodetabek Berkumpul Bahas Soal Bonus Demografi
HandOut/Istimewa
Acara HRPractiCase (HR Practice with Cases) di CoHive D-Lab, Jakarta Pusat, pada Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - MDI Tack International mengajak Human Resource Department se-Jabodetabek berkumpul di CoHive D-Lab, Jakarta Pusat, pada Jumat (8/11/2019).

Acara HRPractiCase (HR Practice with Cases) ini diikuti sedikitnya 40 perusahaan ternama, seperti: Indomobil Group, Vivo Mobile Indonesia, Kalbe Farma, Ciputra Development, Smartfren, hingga perusahaan rintisan seperti Shopee.

Sesuai dengan namanya, acara HRPractiCase sendiri bertujuan sebagai wadah untuk belajar para HR Practicioner untuk membedah kasus-kasus yang berhubungan dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal ini ditegaskan oleh Reynard Praharsa, selaku Direktur MDI Tack International. Menurutnya, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus ajang untuk bertukar pikiran.

“HRPractiCase ini dapat menjadi sarana untuk para praktisi HR Indonesia, membangun relasi dan bertukar pikiran, sehingga dapat saling belajar dari satu sama lain dengan semangat community learning,” ucap Reynard Praharsa selaku Direktur MDI Tack International.

Selain membahas kasus-kasus yang ada di dalam organisasi, acara yang bertajuk “Understanding Multi-Gen Conflict” ini juga membahas soal bonus demografi.

Seperti diketahui bahwa ekonomi Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh tinggi dengan adanya bonus demografi. Di mana sebagian besar penduduk merupakan angkatan usia produktif usia 15-64 tahun.

Puncak bonus demografi ini pun diprediksi terjadi pada tahun 2030.

Menurut Reynard, bonus demografi ini bisa menjadi boomerang bagi bangsa Indonesia apabila tidak dimanfaatkan dengan benar.

“Kita tahu bahwa pengangguran terdidik di Indonesia ini masih tinggi. Kalau kita tidak ikut serta melakukan sesuatu (pembenahan), salah satunya pada kualitas tenaga kerja, alih-alih bonus demografi kita malah menghadapi bencana demografi,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu facilitator yang juga panelis, Nitiya Indriyana, dalam acara tersebut mengaku bahwa adanya acara tersebut dianggap membawa pengaruh positif.

"Acara ini benar-benar membawa pembaharuan positif. Karena sebagai wadah komunitas para praktisi HR untuk dapat berkumpul dan berbagi pengalaman sesama pratisi dari bermacam-macam industri," ungkap Nitiya, Panelis dari XL Future Leader, XL Axiata.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved