Datangi Korban, Keluarga Ayah yang Perkosa Anak Tirinya Minta Laporan Polisi Dicabut

Salamah yang geram jika mengingat perlakuan pelaku terhadap keponakannya itu langsung menolak dengan tegas.

Datangi Korban, Keluarga Ayah yang Perkosa Anak Tirinya Minta Laporan Polisi Dicabut
kompas.com
ilustrasi bocah cabul.

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN -  Setelah dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan karena memerkosa anak tirinya H (16), S terus berusaha melarikan diri menghindari kejaran polisi.

Bahkan, S melalui keluarganya sempat mendatangi rumah nenek koban di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, untuk meminta laporan kasus tentangnya dicabut.

"Jadi setelah baca berita, keluarga pelaku sempat datang setelah beberapa hari dilaporin. Kakak wanita dan suaminya serta orangtuanya pelaku, bertiga datang. Minta cabut tuntutan," kata tante korban, Salamah saat ditemui, Rabu (13/11/2019).

Salamah yang geram jika mengingat perlakuan pelaku terhadap keponakannya itu langsung menolak dengan tegas.

Baca: Minta Restu Menikah, Ayah Kandung Justru Setubuhi Anaknya

Baca: Bocah di Ciputat Jadi Polisi Gadungan, Diduga Tak Punya Teman hingga Iseng Main Polisi-Polisian

Bahkan, perempuan yang biasa dipanggil nenek oleh korban itu mengatakan akan melanjutkan kasus tersebut hingga pelaku tertangkap dan mendapatkan hukuman.

"Saya bilang enggak akan dicabut, saya enggak ikhlas, soalnya pelaku sudah perkosa anaknya. Saya bilang kalau bisa dia dihukum mati," katanya.

Namun pada saat itu, kata Salamah, keluarga pelaku membujuh halus. Bahkan mereka membujuk agar pelaku untuk dinikahkan dengan korban.

"Terus keluarga pelaku minta suruh nikahin. Kata saya gila kali udah nikahin emaknya terus anaknya. Dimana pikirannya. Saya maunya dipenjara kalo bisa seumur hidup," katanya seiring mengusap air mata yang mengalir ke pipi.

Sebelumnya, seorang pria berinisial S tega melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya berinisial H (16) yang merupakan warga Ciputat, Tangerang Selatan.

Aksi bejat tersebut dilakukan sejak korban duduk di bangku sekolah kelas 5 SD atau saat H berusia 12 tahun.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved