Sempat Dikandangkan, 59 Bus TJ Asal Tiongkok Diizinkan Narik Penumpang Lagi

Sebelumnya puluhan bus merek Zhongtong ini disetop operasionalnya menyusul kasus tayangan video vulgar.

Sempat Dikandangkan, 59 Bus TJ Asal Tiongkok Diizinkan Narik Penumpang Lagi
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Bus TransJakarta gandeng merk Zhongtong koridor I melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2015). Sebanyak 30 Bus Transjakarta merek Zhongtong dihentikan sementara operasinya hari ini. Hal itu menyusul terjadinya kebakaran pada Bus Transjakarta gandeng di Jalan Gatot Subroto, Minggu 8 Maret 2015. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 59 unit bus TransJakarta asal pabrikan Tiongkok siap dioperasikan kembali.

Sebelumnya puluhan bus merek Zhongtong ini disetop operasionalnya menyusul kasus tayangan video vulgar.

"Sudah diperiksa semua. Dinyatakan sudah siap dijalankan," ujar Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono, saat dihubungi, Jumat (15/11/2019).

Baca: TransJakarta Hentikan Operasional 59 Unit Bus Terkait Tayangan Video Wanita Berbusana Vulgar

Sebelum dipersilakan mengaspal kembali, puluhan bus TransJakarta ini sudah lebih dulu melalui tahap pemeriksaan guna mencegah kasus serupa terjadi lagi.

Pihak operator yakni Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) juga sudah mendapat sanksi. Mereka setuju untuk memenuhi seluruh persyaratan yang diminta PT TransJakarta.

Pertimbangan lainnya, karena kebutuhan pelayanan pelanggan harus tetap diutamakan. Sehingga penghentian operasi 59 bus merek Zhongtong tak bisa terlalu lama.

Baca: TransJakarta Buka Rute Baru, Diperkuat 20 Armada dan Masih Gratis

"Operator telah diberikan sanksi dan menindaklanjuti seluruh yang diperintahkan, maka kebutuhan untuk pelayanan pelanggan yang diutamakan," ucap dia.

Supaya kejadian memalukan tersebut tak terulang, Agung ingin agar seluruh operator bus mematuhi kontrak yang ditetapkan.

Adapun di dalam kontrak mengatur tentang penayangan iklan lewat layar monitor dalam bus.

Penayangan iklan hanya bisa dilakukan satu pintu dengan otoritas PT TransJakarta. Jika belum ada kesepakatan soal iklan, pihak Perum PPD dilarang menyalakan layar monitor apalagi menampilkan tayangan tertentu.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved