Kabinet Jokowi Maruf

Wamendes Sambangi 6 Desa di Bogor: Ironis Dekat Jakarta Masih ada Desa Tertinggal

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menyambangi 6 desa tertinggal di Kabupaten Bogor

Wamendes Sambangi 6 Desa di Bogor: Ironis Dekat Jakarta Masih ada Desa Tertinggal
ISTIMEWA
Wakil Menteri Desa PDTT saat menyambangi enam desa dalam satu hari di Kabupaten Bogor, Jawa Barat 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR-Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menyambangi 6 desa tertinggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (22/11/2019) lalu.

Enam desa tertinggal yang dikunjungi tersebut yakni Desa Gorowong, Desa Pingku dan Desa Dago yang terletak di Kecamatan Parung Panjang. Kemudian untuk 3 desa lainnya yakni Desa Kertajaya, Desa Taman Sari dan Desa Sukasari yang terletak di Kecamatan Rumpin.

Baca: Kapolri: Kalau Ada Kapolres Minta Proyek, Hubungi Saya, Nanti Saya Carikan Pemain Cadangan

Kunjungan dalam waktu sehari ini, Wakil Menteri Budi Arie Setiadi meninjau langsung progres perkembangan pembangunan desa dengan anggaran yang berasal dari dana desa. Wamen Budi Arie Setiadi juga ingin mengetahui permasalahan yang terdapat di desa tertinggal.

"Kita akan bantu cari solusinya. Kita ingin, status desa tertinggalnya menjadi desa yang berkembang, maju dan mandiri," ujarnya.

Baca: Pesan Mendes Abdul Halim Iskandar untuk Kaum Milenial

"Ironis sekali di dekat Jakarta masih ada desa tertinggal , " kata Wamen Budi Arie Setiadi usai kunjungan terakhir di Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam setiap kesempatan ke desa-desa di Kabupaten Bogor, Budi Arie dalam pernyataannya mengingatkan kepada Kepala Desa termasuk kepada masyarakat.

Terkait, prioritas penggunaan dana desa agar pemanfaatan dana desa yang sebelumnya lebih cenderung ke pembangunan infrastruktur, dapat dialihkan ke program peningkatan SDM desa dan pemberdayaan ekonomi.

"Kalau ada potensi di desa itu seperti pariwisata, kembangkan pariwisata yang ada didesa agar dapat meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat desa," kata Budi Arie

Budi Arie juga menyampaikan terkait status desa tertinggal yang masih melekat di 6 desa yang dikunjunginya tersebut. Menurutnya, desa-desa yang dikunjunginya tersebut tidak terlihat seperti desa tertinggal.

Pasalnya, dari segi infrastruktur, akses jalan, dan akses jaringan komunikasinya sudah tersedia.
"Mungkin ada indikator yang masih kurang untuk melepas status desa tertinggalnya. Oleh karena itu, kita berharap agar dana desa ini kita gunakan untuk meningkatkan produktifitas ekonomi desa," katanya.

Dalam kunjungan ke sejumlah desa di Kabupaten Bogor, Wamen Budi Arie menyempatkan meninjau sumur yang pembangunannya berasal dari dana desa yang terletak di Desa Pingku.

Baca: Viral Nikah Murah vs Nikah Ngutang, Nasib Berbeda 2 Wanita yang Menikah Mewah & yang Sederhana

Sumur penampungan air ini sangat bermanfaat bagi desa karena dapat dimanfaatkan oleh 200 Kepala Keluarga.

Baca: Jokowi Ungkap Proses Penunjukan Staf Khusus Presiden Dari Kalangan Milenial Tidak Dilakukan Dadakan

Wamen juga meninjau Keberadaan Situ Pasir Maung di Desa Dago, Kecamatan Parung panjang yang rencananya akan dikembangkan menjadi tempat wisata.

Situ dengan luas sekitar 13 hektare dan memiliki pulau kecil ditengah situ tersebut bakal dimaksimalkan demi mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa Dago karena direncanakan akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di desa, kami berharap, kurang dari 5 tahun kedepan sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Kabupaten Bogor," katanya.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved