Rabu, 27 Mei 2026

Tawuran Manggarai dan Akar Masalah yang Tak Dilirik Secara Serius oleh Pemerintah

Tawuran antarwarga di awal Desember itu merupakan yang ketujuh sepanjang tahun 2019 ini

Tayang:
Youtube Kompas TV
Tawuran antar warga terjadi di Manggarai, Selasa (29/10/2019) (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV) 

Tawuran itu berlangsung hingga keesokan harinya, di tempat yang tak jauh beda. Jadwal perjalanan KRL jadi kacau pada dua hari itu, terutama dari sore hingga malam.

Tawuran kemudian pecah lagi pada 3 September, lagi-lagi antara warga Magazen versus Menteng Tenggulun.

Seperti episode sebelumnya, tawuran September berlanjut sampai 4 September 2019, bahkan dengan eskalasi konflik yang makin panas.

Seorang warga kritis kena bacok, dua rumah warga rusak, dan power supply KRL yang tengah melintas memercikkan api karena dihantam batu.

Dari tawuran September, polisi menjaring delapan pemuda yang terbukti positif mengonsumsi narkoba.

Empat di antaranya disebut memakai narkoba waktu tawuran.

Sejak saat ini, polisi memunculkan dugaan bahwa beberapa orang memanfaatkan tawuran di Manggarai untuk sembunyi-sembunyi mengedarkan narkoba.

Pada penghujung Oktober, persisnya tanggal 29, Briptu Daru yang berjaga di daerah itu kena bacok di tangan dan punggung saat tawuran kembali pecah di Manggarai.

Baca: Pembangunan Jalan Trans Papua Terhambat Akibat Sejumlah Peristiwa Penembakan oleh KKB

Ia selamat setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Camat Tebet, Dyan Airlangga menduga ada ajakan lewat media sosial sebelum tawuran itu meletus.

Wajah warga miskin kota

Kawasan Manggarai dan sekitarnya merupakan contoh nyata ironi Ibu Kota.

Di balik derap pembangunan yang begitu gegap di Jakarta, tak sedikit yang tersisih dan akhirnya terlindas.

Baca: Cerita Sartiah, Nenek Berusia 120 Tahun dari Cilincing Jakarta Utara

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved