Banjir di Jakarta

BNPB Pertanyakan Sistem Peringatan Dini Kebencanaan di Jakarta

Bambang Surya Putra mempertanyakan sirine sistem early warning kebencanaan yang ada di Pemerintah daerah, termasuk DKI Jakarta.

BNPB Pertanyakan Sistem Peringatan Dini Kebencanaan di Jakarta
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
diskusi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Bambang Surya Putra mempertanyakan sirine sistem early warning kebencanaan yang ada di Pemerintah daerah, termasuk DKI Jakarta.

Pasalnya sebelum hujan lebat pada Selasa (31/12) hingga Rabu (1/1) menguyur Jakarta, BMKG sudah memberikan peringatan dini terjadi cuaca ekstrim satu pekan prakejadian.

"Ya warning agak panjang sudah disampaikan oleh temen BMKG bahwa seminggu atau dua minggu sudah di warning akan ada cuaca ekstrim," kata Bambang, dalam diskusi Polemik di Bidara Cina, Jakarta Timur, Sabtu (4/1/2020).

Baca: Cerita Suami Istri di Bantargebang 6 Jam di Pohon Ceri, Dramatis saat Selamatkan Diri dari Banjir

Tapi dia menyadari, sistem peringatan dini itu tak melulu disampaikan ke publik setiap waktu.

"Tapi memang info ini tak serta merta terus menerus disampaikan ke publik setiap waktu untuk berikan warning ke masyarakat," jelasnya.

Baca: Cara Mencuci Pakaian & Sepatu Terendam Banjir: Gunakan Air dengan Suhu Terpanas & Desinfektan

Adapun di Jakarta kata dia, ada sistem peringatan dini lewat SMS blast dan sirine.

Namun Bambang tidak begitu paham bagaimana kerja sistem tersebut. Ia pun mempertanyakan apakah ketika peringatan dini keluar, sirine di Pemda berfungsi.

Baca: Kementan Salurkan 11 Truk Sembako untuk Korban Banjir di Jakarta dan Sekitarnya

"Dan di Jakarta sendiri ada, berupa SMS blast dan sirine. Tapi saya nggak begitu paham itu di Pemda, apakah saat itu sirine berbunyi," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI Dudi Gardesi Asikin menampik pemerintah Jakarta telat mengeluarkan peringatan dini kebencanaan.

Kata dia, hujan Jakarta terjadi secara lokal. Peringatan early warning Pemprov DKI juga mengacu pada pintu air Katulampa. Sehingga bila ketinggian air di Katulampa berada di level siaga 1, pihaknya bisa langsung mengungsikan penduduk di sekitar Kali Ciliwung.

"Terkait dengan kondisi banjir yang terjadi di tahun baru, itu early warning kita tidak termasuk dalam kategori telat. Karena hujannya lokal," ujarnya.

"Kalau Katulampa naik, sampai 300 atau siaga 1 itu kami bisa prediksi, sehingga penduduk yang disekitar Ciliwung bisa kita ungsikan," pungkas dia.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved