Sabtu, 30 Agustus 2025

Tersinggung Ucapan Yasonna Laoly, Warga Tanjung Priok : Badan Kami Kotor, tapi Bukan Kriminal

Sejumlah warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, melakukan unjuk rasa di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Ratusan orang yang mengatasnamakan warga Tanjung Priok berunjuk rasa di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, melakukan unjuk rasa di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Sebab, warga Tanjung Priok tersebut tersinggung dengan pernyataan dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, yang menyebut Tanjung Priok merupakan wilayah yang sarat akan tindak kriminal.

Sehingga, dalam unjuk rasa tersebut, seorang orator mengatakan, badan mereka memang kotor, namun mereka bukan seorang pelaku tindak kejahatan.

Selain itu, ia menambahkan, meski memiliki banyak tato di badan, mereka juga bukan seorang pelaku kejahatan.

"Badan kita kotor, tapi bukan kami bukan kriminal. Banyak tato di badan kami, tapi kami bukan kriminal," kata sang orator di Gedung Kemenkumham, Rabu (22/1/2020), dikutip dari Kompas.com.

Lalu, mereka menyebut, Yasonna Laoly memiliki badan yang bersih, namun mulutnya kotor.

"Enggak seperti bapak menteri, badan bersih tapi mulut kotor," lanjutnya.

Menkum HAM Yasonna Laoly.
Menkum HAM Yasonna Laoly. (TRIBUNNEWS/LUSIUS GENIK)

Dalam unjuk rasa tersebut, mereka sempat diguyur hujan, namun mereka mengatakan, tak akan takut dengan air.

Sehingga, mereka tetap semangat dan tetap menyampaikan orasinya.

"Hei, jangan takut sama air. Warga Priok enggak takut sama air," kata seorang orator, dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

"Priok, Priok Priok Priok....!," teriak warga Tanjuk Priok yang berunjuk rasa.

Seorang warga, Bachtiar menjelaskan, unjuk rasa itu merupakan buntut dari penyataan Yasonna yang menyebutkan Tanjung Priok identik dengan kriminalitas dan kemiskinan.

Bachtiar berujar, mereka mempunyai martabat, sehingga peserta unjuk rasa akan menggelar aksi damai.

"Kami juga punya martabat walaupun lingkungan kami keras. Maka dari itu kami membawa aksi damai," ujar Bahctiar.

Massa berdemo di tengah guyuran hujan di depan gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan RA Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menuntut Menteri Hukum dan HAM meminta maaf atas ucapannya yang dianggap menghina warga Tanjung Priok, Rabu (22/1/2020)
Massa berdemo di tengah guyuran hujan di depan gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan RA Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menuntut Menteri Hukum dan HAM meminta maaf atas ucapannya yang dianggap menghina warga Tanjung Priok, Rabu (22/1/2020) (KOMPAS.COM/WALDA MARISON)

Harus minta maaf

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan