Terkait Penyelidikan Kasus Jiwasraya, SBY Sarankan Pemerintah Lakukan 7 Hal Ini untuk Penyelesaian

Terkait penyelidikan dan penyelesaian kasus asuransi Jiwasraya, SBY sarankan pemerintah lakukan 7 hal berikut ini.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan paparan saat Refleksi Pergantian Tahun Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (11/12/2019) malam. Dalam Pidatonya, SBY menegaskan Partai Demokrat akan mendukung kerja pemerintah meskipun partainya ada di luar pemerintahan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan tujuh hal berikut dalam melakukan penyelidikan dan penyelesaian kasus Jiwasraya.

SBY menyarankan pemerintah fokus terhadap tujuh hal berikut untuk menangani kasus asuransi pelat merah tersebut.

Seperti yang ramai diberitakan, Asuransi Jiwasraya terlilit kasus gagal bayar.

Menurut penuturan Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna, penyebab utama gagal bayarnya Jiwasraya karena adalah kesalahan dalam mengelola investasi di dalam perusahaan.

Jiwasraya kerap menaruh dana di saham-saham berkinerja buruk.

Jiwasraya
Jiwasraya (TribunNewsmaker.com Kolase/ ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI/KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

"Saham-saham yang berisiko ini mengakibatkan negative spread dan menimbulkan tekanan likuiditas pada PT Asuransi Jiwasraya yang berujung pada gagal bayar," kata Agung di BPK RI, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

SBY sendiri sempat mengatakan kalau beliau mempersilahkan jika periode pemerintahannya menjadi pihak yang disalahkan dan diminta bertanggung jawab.

"Kalau di negeri ini tak satu pun yang mau bertanggung jawab tentang kasus Jiwasraya, ya salahkan saja masa lalu," kata SBY, seperti diungkapkan asisten pribadinya, Ossy Dermawan lewat akun Twitter @OssyDermawan, Jumat (27/12/2019).

Menurut SBY, publik pun tahu bahwa krisis Jiwasraya mulai terjadi dalam kurun 2018-2019.

Kini SBY pun memberikan sarannya untuk pemerintah dalam melakukan penyelidikan dan penyelesaian kasus Jiwasraya.

HALAMAN SELANJUTNYA =====>

Berita Populer
Editor: ninda iswara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved