Selasa, 14 April 2026

Polemik Revitalisasi TIM, Gerindra Duga Gubernur DKI Kurang Akomodir Seniman

Gubernur Anies Baswedan sebagai pucuk pimpinan harus mendengar dan mengakomodir aspirasi para seniman agar tak menuai penolakan seperti saat ini.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hendra Gunawan
Warta Kota/Herudin
Anies Baswedan 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Gerindra Syarif menyebut Pemprov DKI kurang berkomunikasi intens dengan para seniman soal revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat.

Menurutnya, Gubernur Anies Baswedan sebagai pucuk pimpinan harus mendengar dan mengakomodir aspirasi para seniman agar tak menuai penolakan seperti saat ini.

"Saya mengatakan (Pemprov DKI) kurang intens komunikasinya ke teman-teman seniman. Mereka kan minta diajak bicara, bukan menolak," kata Syarif saat dikonfirmasi, Kamis (20/2/2020).

Langkah para seniman yang mengadu ke DPR RI dianggap sebagai salah satu bentuk kebuntuan penyampaian aspirasi di Pemprov DKI. Sehingga mereka memilih mengadu ke pemerintah pusat.

Baca: Lihat Aksi Lucu Ganjar, Anies dan Ridwan Kamil saat Goyang TikTok, Gubernur Jateng Malah Pamer Kaus

Baca: Literasi Gizi di Indonesia Masih Kurang, Khususnya Tentang Susu Kental Manis

Baca: Ketika Ketua DPRD DKI Gebrak Meja, Geram dengan Anak Buah Anies, Minta Jaga Bicara

"Mereka sampai mengadu ke DPR itu artinya ada kebuntuan komunikasi," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini sendiri menilai revitalisasi TIM memang penting dilakukan. Proyek gagasan Pemprov DKI ini disebut akan membawa tempat kesenian itu naik level ke taraf internasional.

Syarif membantah jika revitalisasi TIM justru dianggap sebagai langkah komersialisasi. Katanya kemewahan yang mengacu pada pembangunan hotel bintang lima, bukan seperti gambaran yang dibayangkan.

Bahkan pihak DPRD DKI ia sebut sudah mencoret anggaran pembanguna hotel bintang lima. Ia menduga masih ada miskomunikasi antara pihak seniman dan Pemprov DKI.

"Menurut saya enggak (komersial), ini hanya kurang sosialisasi dan komunikasi di kalangan seniman, wisma kapasitasnya nggak mewah," kata Syarif.

"Soal bangun hotel bintang lima kita udah coret, clear, sekarang mengadu ke DPR, pasti ada yang kurang nih," imbuh dia.

Sebelumnya, Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR, Senin (17/2/2020).

Kedatangannya para seniman itu untuk mengadu lantaran mereka kecewa dengan revitalisasi TIM.

Pimpinan Forum Seniman Peduli TIM Radhar Panca Dahana mengakui para seniman tidak pernah diajak bicara terkait revitalisasi TIM.

"Berangkat dari satu kebijakan itu seperti komet yang menghantam bumi. Mendadak kita hancur berantakan, kira-kira gitu. Tanpa ada kompromi, kayak ketetapan Tuhan aja. Nggak ada bicara sama sekali dengan kami, kebijakan itu, tahu-tahu sudah diberlakukan," katanya di Ruang Rapat Komisi X DPR, Senayan, Jakarta.

Setelah audiensi, Komisi X DPR segera memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan pemanggilan tersebut terkait revitalisasi Taman Ismail Marzuki yang diduga cacat prosedural.

"Kami akan memanggil saudara Gubernur Pak Anies Baswedan, DPRD DKI dan PT Jakpro yang diposisikan dalam Pergub nomor 63 sebagai pelaksana dari pembangunan atau revitalisasi TIM ini," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Hari ini surat saya tanda tangan, langsung dilayangkan ke Mas Anies. Semoga secepatnya bisa direspons oleh Gubernur Mas Anies," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved