Breaking News:

Eksklusif Tribunnews

Perawat dan Dokter jadi Langganan Jamu Maryati

Terkadang, Maryati pulang lebih awal, atau sekira pukul 17:00 WIB sore, karena ia sedianya harus mempersiapkan kebutuhan

Shutterstock
Ilustrasi jamu. 

Bahkan, ungkap Maryati, jamu racikannya selalu dipesan sebuah rumah sakit dekat rumahnya.Rumah sakit yang dimaksud Maryati hampir setiap hari memesan jamu racikannya. Biasanya, dikonsumsi para perawat dan dokter di rumah sakit tersebut.

Baca: UPDATE Corona di 32 Provinsi, Kamis 2 April 2020: DKI Jakarta Tertinggi dengan 897 Kasus Positif

"Sekarang ini perawat sama dokternya setiap hari pesan mas. Ini saya bawa sembilan bungkus untuk yang di rumah sakit sana (sekitaran Cijantung)," terang Maryati.

Jamu racikannya dibanderol Rp 30 ribu per bungkus. Kebutuhan masyarakat dan para tenaga medis akan jamu yang tiba-tiba terus meningkat di tengah kasus virus corona juga berdampak pada pemasukan Maryati. Biasanya, sebelum virus corona merebak di Indonesia, pemasukan Maryati sebagai pedagang jamu keliling berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

Kini, di tengah virus corona, pemasukan Maryati berkisar antara Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu per hari. Bahkan, sebelum Maghrib, jamu milik Maryati terkadang sudah habis."Di tengah Corona ini pendapatan saya naik banyak, dan itu Alhamdulillah sekali. Biasanya dapat dua ratus sampai tiga ratus (ribu), sekarang bisa empat ratus sampai enam ratusan (ribu) lah," kata Maryati.

Keuntungan Maryati itu diakuinya lantaran jamu racikannya. Besarnya pesanan dari rumah sakit yang dimaksud Maryati membawakan angin segar bagi usaha jamu keliling miliknya. "Sehari-hari sekarang besar pendapatan saya dari ini mas. Ini jamu yang selalu dipesan sama dokter dan perawat," katanya.

Baca: Ilmuwan China Klaim Temukan Antibodi yang Efektif untuk Bentengi Badan dari Covid-19

Selain itu, Maryati pun mengaku turut merasa senang dengan kebijakan baru Presiden Joko Widodo yang membebaskan masyarakat dari tagihan membayar listrik. Baginya, keputusan tersebut sangat melegakan masyarakat kecil seperti dirinya.

Baca: Iran Siap untuk Ekspor Kit Uji Covid-19, 90.000 Lab Kerjasama dengan Kementerian Kesehatan

Meski belum benar-benar mengerti detail kebijakan pembebasan tagihan listrik tersebut, Maryati hanya berujar," Saya senang. Kalau begini minimal tagihan untuk kehidupan sehari-hari berkurang.""Saya jadi bisa menyimpan uang untuk ditabung," imbuh Maryati.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved