Virus Corona
Sopir Angkot Harus Berlatih Bahasa Inggris, Jika Mau Dapat Uang Rp 600 Ribu
Saat pandemi covid-19 saat ini mereka akan menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu per orang.
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada kabar baik buat mereka para sopir angkutan umum.
Saat pandemi covid-19 saat ini mereka akan menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu per orang.
Namun ada beberapa syarat yang harus ditempuh para sopir angkutan umum tersebut.
Mereka harus mau menjalani pelatihan secara daring.
"Semua pengemudi yang terdata di kami akan diberikan pelatihan. Sopir angkot ada, sopir bajaj ada dan itu dilakukan di pull masing-masing dan dilasanakan secara online.
Jadi tidak apa namanya instrukturnya satu orang dan mereka menyaksikan secara online terhadap pelatihan tersebut," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Kamis(16/4).
Menurut Sambodo, pelatihan daring tersebut akan dibagi ke dalam beberapa tahap atau kelas. Pasalnya, total ada 40 ribu pengemudi yang telah terdaftar dalam program tersebut.
Baca: Kisah Ayah 5 Anak Jual HP Rusak Seharga Rp 10 Ribu untuk Beli Beras, Kini Terima Banyak Bantuan
Baca: Banjir Tawaran, Titisan Iniesta dan Xavi Ini Akan Dipinjamkan Barcelona
Baca: Terungkap Wajah Cantik Julaelah Ibu dari Nikita Mirzani, Blasteran Belanda & Wariskan Banyak Emas
"40 ribu itu kami bagi di dalam 51 kelas di seluruh Jakarta. Karena jumlahnya 40 ribu sekian itu dibagi tahap pelaksanaanya setiap 1 tahap selama 20 hari, 1 hari kita melatih sebanyak 2000 orang di 50 titik tersebut," ujar Sambodo.
"Nah di 50 titik tersebut kemudian tidak dalam sekali gelombang. Ada misalanya gelombang 1 dari jam 8 sampai jam 9 sekian orang, gelombang 2 sekian dan seterusnya," sambungnya.
Lebih lanjut, Sambodo mengatakan, kebijakan itu diambil untuk memperhatikan imbauan pemerintah terkait warga yang harus menjaga jarak.
"Karena tetap kita memperhatikan physical distancing agar jarak antara peserta pelatihan tidak terlalu dekat.
Kemudian saat memasuki ruang kelas protokol-protokol kesehatan juga diperhatikan, ada mencuci tangan, handsanitizer, kewajiban pakai masker diukur suhu dan sebagainya," ujarnya.
Ia mengatakan, program keselamatan 2020 merupakan kombinasi antara pelatihan dan pemberian bantuan. Sebelum mendapatkan bantuan sebesar Rp 600 ribu, seluruh pengemudi diwajibkan mengikuti pelatihan terlebih dahulu.
"Jadi nanti setelah mereka selesai latihan akan mendapatkan bantuan jumlahnya sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan yaitu bulan April, Mei dan Juni," ujarnya.
Adapun materi pelatihannya ada tiga yang harus diikuti oleh pengemudi. Materi pertama adalah protokol penanganan covid-19 yang berupa protokol dan standar operasional prosedur (SOP) dalam mengangkut penumpang.
Kedua adalah etika pelayanan dan bahasa Inggris dasar untuk melayani masyarakat dengan baik dan penumpang dengan baik.
"Bahasa Inggris dasar paling tidak ketika para sopir ini ada tamu dari turis asing dan sebagainya, mereka bisa paham berkomunikasi secara dasar dengan menggunakan bahasa Inggris," jelasnya.
Materi terakhir adalah safety driving yang terkait dengan bagaimana mengemudi secara aman, cara mengerem, berbelok, berhenti dan teknis mengemudi lainnya.
"Ketiga ini dilaksanakan setiap sekali pelatihan, selesai pelatihan akan diberikan bantuan," terangnya.
Nantinya, pihaknya akan bekerja sama dengan salah satu bank untuk mencairkan dana yang bisa didapatkan kepada para pengemudi.
"Bantuannya berupa tunai tapi kita bekerjasama dengan salah satu bank sehingga diberikan ATM. ATM itu bisa digunakan untuk mengambil secara tunai ataupun ditukarkan dengan toko-toko yang sudah bekerja sama sehingga bisa dibelikan sembako atau kebutuhan lainnya," pungkasnya.
Terpisah, Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan penyalurannya anggaran tersebut akan dilakukan serentak di 34 provinsi yang terbagi dalam tiga tahapan. Tahap I mulai 15 April hingga 15 Mei 2020, tahap II mulai 16 Mei hingga 15 Juni 2020, dan tahap III mulai 16 Juni hingga 15 Juli 2020.
"Kami berharap program keselamatan ini dapat berjalan tertib dan peserta yang mendapatkan bantuan ini tepat sasaran," jelas dia.
Secara teknis, lanjut Istiono, pihaknya menggandeng Bank BRI untuk mengirim dana sosial tersebut melalui buku tabungan dan kartu debit. Hal itu demi tetap menerapkan physical distancing dan social distancing.
"Masyarakat yang mendapatkan bisa langsung menggunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ucap Istiono.
Mereka yang akan menerima bantuan di antaranya pengemudi bus, taksi, truk, angkot, ojek konvensional, andong, becak, kernet, bajaj atau bemo, hingga jasa rental di seluruh Indonesia yang sudah terdata dalam program Keselamatan 2020.
"Ada 197.256 orang yang sudah terdata oleh kepolisian di seluruh Polda untuk mendapat bantuan Program Keselamatan," ujar Istiono. (Tribun Network/fel/igm/wly)