Virus Corona
Anies Tanggapi Gelombang PHK: Pekerjaan yang Hilang Bisa Dicari, Tapi Nyawa Tidak
Soal mereka yang kehilangan pekerjaan, Anies menyatakan hal itu bisa diganti usai pandemi berakhir.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sadar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam upaya memerangi wabah virus corona memang berdampak buruk bagi sektor ekonomi. Akibatnya banyak perusahaan terpaksa mengurangi karyawan.
Soal mereka yang kehilangan pekerjaan, Anies menyatakan hal itu bisa diganti usai pandemi berakhir.
"Kita menyaksikan akibat pembatasan itu begitu banyak orang yang kesulitan secara ekonomi. Pekerjaan yang hilang insya Allah nanti bisa kita cari gantinya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/5/2020) malam.
Untuk itu ia meminta segenap masyarakat menerapkan dan patuh terhadap kebijakan PSBB yang telah dibuat. Sebab pekerjaan bisa saja diganti di kemudian hari, tapi tidak dengan nyawa.
Peran serta masyarakat memerangi wabah ini menjadi penting karena pencegahan virus berawal dari pribadi masing-masing.
Masa sulit hari ini, diharapkan segera berakhir seiring dengan kedisiplinan yang diterapkan.
"Belum ada subsidi yang bisa menggantikan (nyawa). Karena itu mengapa kita semua harus sadar berapa pentingnya melewati masa-masa sulit ini dengan disiplin tetap berada di rumah," ungkap dia.
Warga Diminta Disiplin
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga ibu kota lebih serius dan disiplin mematuhi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Sebab wabah virus corona akan cepat berakhir jika ada kedisiplinan dari masing-masing masyarakat.
Baca: Viral Warga NTT Bersikukuh Tolak Sembako Gratis dari Pemerintah: Saya Dikasih 10 Jari untuk Usaha
Berlaku juga untuk sebaliknya, makin tidak ada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi PSBB, maka makin lama pula pandemi ini berlalu.
"Saya berharap kepada seluruh keluarga mari kita lebih serius sampai tuntas PSBB ini. Makin disiplin kita, makin cepat selesai. Makin kita tidak disiplin, makin lama ini selesainya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/5/2020) malam.
Anies sendiri menyadari berdiam diri di rumah memang cukup sulit bagi sebagian orang. Utamanya menahan tidak beraktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
Tapi ia berharap masyarakat sadar potensi penularan yang mungkin terjadi.
"Jadi bersabar, tentu ini bukan hal yang mudah, kami sangat menyadari sekali. Tapi bila ini tidak kita lakukan, maka potensi masalah menjadi lebih besar," ungkapnya.
Berdasarkan data per 1 Mei 2020 kasus pasien terkonfirmasi positif virus corona di Jakarta tercatat 4.283 orang.
Rinciannya 2.151 orang dirawat di rumah sakit, 1.312 orang menjalani isolasi mandiri, 427 orang dinyatakan sembuh, dan 393 meninggal dunia.
Baca: 53 Tenaga Medis RSUP Dr Sardjito Negatif Covid-19 Meski Sempat Kontak dengan Pasien, Ini Rahasianya
Jumlah kasus positif per Jumat ini bertambah 145 kasus dari hari Kamis (30/4/2020) lalu.
Penerapan PSBB di Jakarta akan berlangsung hingga 22 Mei 2020 mendatang, usai diterapkan pertama kali sejak 10 April 2020.