PSBB Jakarta Diperpanjang, Anies Sebut Kehidupan Kembali Seperti Semula jika Warga Disiplin di Rumah
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan, warga bisa kembali ke kondisi normal setelah lebaran.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
bunga pradipta p
"Bila kita semua memilih rileks maka semakin lama kita bisa beribadah di masjid, gereja atau tempat lain."
"Jadi Jakarta bisa, Indonesia bisa, bukan Indonesia terserah," ungkap Anies.
Baca: Pembeli Padati Pasar Tanah Abang Jelang Lebaran, Sanksi Tegas Disiapkan Bagi Pelanggar Aturan PSBB
Gubernur DKI Jakarta ini meminta masyarakat agar disiplin selama PSBB diperpanjang 14 hari.
Namun, diperlukan tanggung jawab dari semua lapisan agar penerapan PSBB berhasil.
"Dua minggu lagi kita kerjakan dengan disiplin, insyaAllah Jakarta kembali berkegiatan seperti biasa," ujarnya.
"Setiap rumah tangga tanggung jawab, setiap kampung tanggung jawab. Itu yang kita kerjakan. Maka proses kembali ini akan lebih cepat lagi," imbuh Anies Baswedan.
PSBB Jakarta Diperpanjang
Sebelumnya, Anies Baswedan menyampaikan, perpanjangan status PSBB DKI Jakarta berdasarkan kajian ilmiah dari tim ahli epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).
Dikutip dari akun Facebook resmi Anies Baswedan, Anies menyebut, risiko penularan virus corona di DKI Jakarta akan kecil jika banyak warga yang di rumah saja.
"Makin banyak orang berada di rumah, makin kecil penularan. Sebaliknya, makin banyak orang di luar rumah maka makin tinggi penularan," tulisnya.
"Sejak diberlakukan PSBB Jakarta angka proporsi warga berada di rumah meningkat sampai hampir 60 persen," terangnya.
Ia menilai, angka kasus virus corona di DKI Jakarta akan mengalami penurunan jika masyarakat patuh.
Hasil dari kepatuhan masyarakat tersebut akan terlihat dalam dua minggu kemudian.
"Penurunan ini hanya bisa terjadi karena kita sudah mulai patuh untuk di rumah aja," imbaunya.
Baca: Anggota DPR: Indonesia Terserah Muncul Karena Pemerintah Plin-Plan PSBB
Anies Baswedan menambahkan, tingkat penularan awal (R0) di DKI adalah empat, artinya satu orang bisa menulari empat orang lainnya pada Maret lalu.