Minggu, 19 April 2026

Virus Corona

Pengemudi Ojol Sarankan Penumpang Bawa Helm Sendiri, Alasannya Demi Kenyamanan

Karena itu, Igun menyarankan agar penumpang dan pengemudi ojol saling berkomunikasi

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
SETIAP HARI - Karyawan Bank Fama International membagikan makan untuk berbuka puasa kepada pengendara ojek online di halaman kantornya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (11/5/2020). Sebanyak 300 dus makan berbuka puasa dibagikan setiap hari dari 27 April hingga 20 Mei 2020, kepada pengendara ojek online, penyapu jalanan, supir taksi, dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti gelandangan, pengemis, dan pemulung. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa daerah di Indonesia mulai melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Salah satunya Pemprov DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB disertai dengan pelonggaran sejumlah tempat kegiatan dan aktivitas warganya.

Baca: New Normal di Gedung DPR Diproritaskan Sesuai Protokol Covid-19

Hal ini dalam rangka menghadapi new normal yang sedang diwacanakan pemerintah pusat.

Salah satu yang mendapat kelonggaran yakni pengemudi ojek daring atau ojek online (ojol).

Sebelumnya, pengemudi ojol dilarang mengangkut penumpang.

Namun pada 8 Juni mendatang, mereka diperbolehkan mengangkut penumpang dengan ketentuan-ketentuan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.  

Melansir TribunJakarta.com, Aliansi Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menyambut baik hal tersebut.

Karenanya, Ketua Presidium Garda Igun Wicaksono mengimbau para penumpang ojol membawa helm masing-masing.

"Untuk penumpang, kami sarankan lebih baik membawa helm sendiri," kata Igun, saat dihubungi, Sabtu (6/6/2020).

"Jadi, dengan membawa helm sendiri, mereka bisa nyaman," sambungnya.

Meskipun pengemudi menyediakan helm penumpang, menurut Igun, penumpang dapat memaklumi imbaun tersebut.

"Walapun ojek online menyediakan helm, namun helm yang ada, penumpang harus memaklumi dalam kondisi apa adanya ( new normal)," jelas Igun. 

Karena kondisi pandemi Covid-19 membikin masyarakat senantiasa menjaga kebersihan diri masing-masing.

Namun, Igun menegaskan, helm yang dibawa pengemudi ojol yakni bersih.

"Karena kondisi saja yang membuat seperti ini. Sebenarnya kan tidak perlu juga (bawa helm sendiri)," tegas Igun.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved