Selasa, 5 Mei 2026

Curhat Para Karyawan Saat Kembali Bekerja di Kantor di Tengah Pandemi Covid-19

Perkantoran di DKI Jakarta mulai diizinkan beroperasi sejak Senin (8/6/2020) kemarin, setelah memasuki PSBB transisi.

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie
Tribunnews/JEPRIMA
ILUSTRASI Sejumlah penumpang saat mengantri untuk masuk ke dalam Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Pihak Stasiun Bekasi menerapkan jarak sosial antar penumpang, membatasi jumlah penumpang hingga 50 persen dan membatasi jam operasional dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tribunnews/Jeprima 

“Masih takut banget, tahu sendiri kereta kaya gimana ngantrenya kalau masuk stasiun. Yang ada malah enggak ada physical distanting. Disitu malah jadi rebutan masuk ke dalam kereta karena dibatasi kapasitas masuk ke keretanya,” ucap dia.

Namun, ia khawatir jika nantinya Pemprov DKI benar-benar menerapkan ganjil genap bagi mobil dan motor.

Dengan demikian, ia harus menggunakan transportasi umum saat kendaraannya terkena ganjil genap.

“Ya bingung aja kalau nanti misalnya ganjil genap. Kalau (pelat nomor) enggak sesuai masa naik transportasi umum. Bisa aja naik taksi online, tapi tekor juga tiap hari,” kata Mita.

Kembali ke kantor di tengah pandemi Covid-19 merupakan tantangan sendiri baginya. Padahal ia merasa nyaman bekerja di rumah selama tiga belakangan ini. 

Menurut dia, lebih efektif bekerja di rumah dibanding di kantor.

“Kayanya lebih produktif di rumah. Lebih nyaman, sepi, terus bisa lebih fokus kerjanya dan mencari aktivitas baru saat bekerja di rumah,” ucap Mita.

Sementara itu, Wenti (25), pekerja swasta di kawasan Bintaro memilih menggunakan ojek online saat hari pertama bekerja.

Meski awalnya khawatir naik ojek online ke kantor, ia mulai memberanikan diri. Pasalnya jarak kantor dari rumahnya sejauh 23 kilometer.

“Awalnya takut, tapi ya udah jadi biasa aja. Tadi lupa bawa helm, akhirnya enggak pakai helm karena khawatir belum steril kan,” kata Wenti.

Ia mengaku menjadikan tasnya sebagai pembatas antara dia dan pengemudi ojek online tersebut.

Setelah sampai di kantor, ia ditawarkan untuk menggunakan hand sanitizer oleh pengemudi ojek onlinenya.

“Kalau saya sih tadi pakai tas aja diletakkan di tengah biar jaga jarak kan. Terus saya juga pakai masker, untuk ngobrol pun engak terlalu dekat,” ujarnya.

“Malahan saya ditawari hand sanitizer untuk dipakai meski saya udah bawa sendiri,” tambah dia.

Wenti mengatakan, untuk menjaga kebersihan, ia langsung cuci tangan begitu sampai di kantor.

“Saya bawa bekal, minun sendiri. Vitamin untuk jaga imun tiap hari saat aktivitas di luar. Saya berharap Covid selesai biar normal lagi semua aktivitas,” tutur dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Curhat Pegawai Kembali Bekerja di Kantor Saat Pandemi Covid-19..."

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved