Breaking News:

Polisi Telah Periksa Dua Saksi Ahli dan Tiga Orang Pelapor Terkait Pembakaran Bendera PDIP

Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dua dari lima orang yang telah diperiksa kepolisian merupakan saksi ahli.

Tribunnews/Herudin
Ratusan kader PDI Perjuangan melakukan demonstrasi di depan kantor Polisi Resort (Polres) Metro Jakarta Timur, Kamis (25/6/2020). Aksi tersebut sebagai respon dari pembakaran bendera PDI Perjuangan yang dilakukan sejumlah peserta demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan DPR Rabu (24/6/2020) kemarin. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya masih memeriksa saksi-saksi dalam kasus pembakaran bendera PDI Perjuangan (PDIP) saat aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) beberapa waktu lalu. Total, sebanyak lima orang yang telah dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dua dari lima orang yang telah diperiksa kepolisian merupakan saksi ahli.

"Soal pembakaran bendera PDIP, LP-nya sudah masuk tanggal 26 kemarin. Sudah ada lima yang sudah diklarifikasi karena masuk penyelidikan diantaranya dua orang saksi ahli," kata Yusri kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).

Selain dua saksi ahli, polisi sudah memeriksa tiga orang lainnya. Tiga orang tersebut merupakan pelapor dari pihak PDIP.

Baca: Tanggapi Pembakaran Bendera PDIP, Ketum Pagar Nusa: Jangan Impor Konflik Timor Tengah ke Indonesia

Baca: Terkait Kasus Pembakaran Bendera PDI, Polri: Polisi Akan Melakukan Penyelidikan Secara Profesional

Baca: 6 DPC PDIP Laporkan Kasus Pembakaran Bendera Partai ke Polisi

"Tiga lagi itu pelapor sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan status kasus hukum kasus tersebut masih pada tahap penyelidikan. Kepolisian masih mencari saksi, barang bukti untuk mengetahui apakah ada unsur pidana dalam kasus tersebut.

"Polisi masih mendalami kasus ini," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, PDI Perjuangan (PDIP) resmi melaporkan kasus pembakaran benderanya saat aksi menolak aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) ke Polda Metro Jaya pada Jumat (26/6/2020).

Laporan polisi itu terdaftar dalam nomor LP/3.656/6/VI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ dengan pelapor atas nama Ronny Berty Talapessy. Sekretaris DPD PDIP, Gembong Warsono datang langsung sebagai perwakilan dari PDIP di Polda Metro Jaya.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved