Breaking News:

Idul Adha 2020

Libur Idul Adha Berakhir, Besok Penumpang KRL Diperkirakan Melonjak, Hindari Kepadatan di Stasiun

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), memprediksi pada Senin (3/8/2020) pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KA) yang berada di luar Jakarta akan melonjak.

Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah penumpang mengenakan masker saat akan menaiki KRL di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Pihak Stasiun Bekasi menerapkan jarak sosial antar penumpang, membatasi jumlah penumpang hingga 50 persen dan membatasi jam operasional dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), memprediksi pada Senin (3/8/2020) pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KA) yang berada di luar Jakarta akan melonjak.

VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, mengatakan tingginya pengguna KRL pada awal pekan ini karena pada akhir pekan ini merupakan libur panjang Hari Raya Idul Adha.

"Untuk menghindari kepadatan antrean karena tingginya pengguna KRL, kami mengimbau agar masyarakat merencanakan waktu perjalanan dengan tepat untuk kembali ke Jakarta," kata Anne dalam keterangannya, Minggu (2/8/2020).

Ia menambahkan, KCI mengimbau pengguna untuk kembali ke Jakarta ataupun lokasi aktivitas kerjanya, dengan memanfaatkan kondisi KRL yang cenderung lebih lengang pada akhir pekan ini,.

Baca: Ganjil Genap Kembali Berlaku tapi Operasional KRL Tetap Sampai Pukul 21.00

Baca: KAI Minta Penambahan Batas Kapasitas Angkut KRL Commuter Line

Calon penumpang KRL Commuterline mengantre dengan berdiri sesuai tanda jarak fisik (physical distancing) dengan tiga baris di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2020). Penggunaan tanda jarak fisik di Stasiun Bogor tersebut untuk mengatur kepadatan dan membatasi jumlah penumpang dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang berlaku di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Warta Kota/Alex Suban
Calon penumpang KRL Commuterline mengantre dengan berdiri sesuai tanda jarak fisik (physical distancing) dengan tiga baris di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2020). Penggunaan tanda jarak fisik di Stasiun Bogor tersebut untuk mengatur kepadatan dan membatasi jumlah penumpang dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang berlaku di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Warta Kota/Alex Suban (Alex Suban/Alex Suban)

"Selain itu kami juga mengajak pengguna KRL, untuk mengatur kembali perjalanannya dengan memanfaatkan hari Sabtu dan Minggu ini ataupun menggunakan KRL di luar jam-jam sibuk," kata Anne.

Anne juga mengatakan, pengguna juga diimbau untuk mempersiapkan KMT, kartu uang elektonik bank, atau tiket kode QR sehingga saat tiba di stasiun tidak perlu lagi mengantre serta lebih aman saat naik KRL.

"Untuk memaksimalkan upaya jaga jarak aman, di masa pandemi Covid-19 ini PT KCI secara bertahap menambah perjalanan KRL hingga kini sudah mencapai 971 perjalanan per hari," kata Anne.

Baca: Hari Ini Diprediksi Puncak Arus Balik Libur Idul Adha, Kendaraan dari Tol Trans Jawa Bakal Padat

Baca: Arus Balik Idul Adha, 160 Ribu Kendaraan Bermotor Diprediksi Masuk ke Ibu Kota

Jumlah ini, lanjut Anne, sudah maksimal dengan mempertimbangkan kapasitas angkut serta kapasitas prasarana perkeretaapian yang tersedia.

"Kamu juga mengingatkan pengguna untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan saat akan naik dan setelah menggunakan KRL, serta menjaga jarak antar pengguna," ujar Anne.
--

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved