Rabu, 8 April 2026

Pengemudi Mobil Ngamuk Saat Terjaring Razia PSBB Transisi di Cakung

Dia beralasan saat personel Satpol PP memberhentikan mobilnya, masker yang dikenakannya jatuh ke dasar mobil karena kait masker longgar

TribunJakarta.com/Bima Putra
Pengendara mobil yang terjaring razia PSBB masa transisi saat protes dan membentak petugas di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terjadi keributan saat petugas Satpol PP melakukan razia PSBB Transisi di Jalan Dr Sumarmo, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2020).

Keributan tersebut berasal dari seorang pengendara mobil yang tak terima ketika terjaring razia.

Baca: PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang hingga 16 Agustus 2020

Pengendara mobil itu kedapatan tidak mengenakan masker saat berkendara.

Pria berusia sekitar 40 tahun tersebut menolak membayar denda atau kerja sosial.

Dia beralasan saat personel Satpol PP memberhentikan mobilnya, masker yang dikenakannya jatuh ke dasar mobil karena kait masker longgar.

"Masker saya ada kok, karena ini jatuh. Saya kan bawa, hanya jatuh saja. Karena satu jatuh saya ambil yang ini, ada dua," kata pria itu dengan nada tinggi ke petugas di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2020).

Menurutnya, karena saat mobil diberhentikan petugas, dia langsung mengenakan masker lain yang dimiliki sehingga tak melanggar.

Seraya menunujuk masker yang sudah dikenakannya, dia meminta keringanan ke personel Satpol PP karena terburu-buru dalam perjalanan.

"Saya ini buru-buru dari merak, masa enggak ada kebijaksanaan. Kecuali saya enggak bawa sama sekali, enggak pakai sama sekali, ini ada," ujarnya.

Meski akhirnya bersedia melakukan kerja sosial sebagaimana yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 51 tahun 2020.

Sikap pria itu disesalkan personel Satpol PP DKI Jakarta yang melakukan razia, beruntung emosi mereka tak tersulut protes pelanggar.

Kabid Penegakan dan Penindakan Satpol PP DKI Jakarta Agus Irwanto menuturkan protes pelanggar kerap diterima jajarannya saat bertugas.

Berbagai dalih hingga makian dilontarkan ke petugas karo mereka ogah membayar denda Rp 250 ribu atau kerja sosial sesuai sanksi.

"Hampir dalam setiap kegiatan kita operasi ada saja yang protes. Bagi kami yang penting petugas tidak terprovokasi," tutur Agus.

Pun mendapat protes hingga dimaki warga, Agus menyebut razia protokol kesehatan yang berlangsung sedari awal PSBB tetap berjalan.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved