Senin, 8 Juni 2026

UU Cipta Kerja

Ini Penyebab Sejumlah CCTV Mati Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Hal ini menjadi perbincangan di media sosial Twitter yang menyebutkan bahwa CCTV sengaja dimatikan.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Jalan MH Thamrin hingga Jenderal Sudirman kembali bisa dilalui oleh pengendaraa setelah ditutup akibat adanya aksi pengunjukrasa menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah kamera pemantau atau CCTV disebut mati saat aksi unjuk rasa penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja pada Selasa (13/10/2020) kemarin.

Hal ini menjadi perbincangan di media sosial Twitter yang menyebutkan bahwa CCTV sengaja dimatikan.

Adapun CCTV yang mati, seperti di Bundaran HI, Cideng Barat, Flyover Jatibaru, Hasyim Ashari, Medan Merdeka Selatan, perempatan Abdul Muis, dan Pramuka Raya.

Baca juga: Tangan Polwan Patah Setelah Ditendang dari Belakang oleh Pengunjuk Rasa Anti UU Cipta Kerja

Menanggapi hal tersebut, Kepala UP Jakarta Smart City Diskominfotik DKI Jakarta Yudhistira Nugraha mengatakan, CCTV yang mati tersebut karena mengalami kerusakan pada demo sebelumnya.

Selain itu, sebagian CCTV mengalami gangguan jaringan sehingga tak bisa diakses.

"Beberapa CCTV mati karena mengalami kerusakan pasca-demo sebelumnya dan ada beberapa jaringan yang mengalami gangguan," ucap Yudhis saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Yudhis membantah tudingan bahwa sejumlah CCTV tersebut sengaja dimatikan oleh Pemprov DKI ataupun penyedia layanan.

"Untuk akses CCTV masih bisa diakses khususnya CCTV Bali Tower melalui Aplikasi Molecool yang diakses melalui JAKI. Tidak ada CCTV yang dimatikan," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejumlah CCTV Mati Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ini Penjelasan Pemprov DKI"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved