YLKI: Momen Libur Panjang Akhir Berpotensi Memicu Penularan Covid-19

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menyoroti adanya libur panjang pada akhir Oktober 2020.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Tribunnews/Jeprima
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menyoroti adanya libur panjang pada akhir Oktober 2020.

YLKI Menilai, adanya libur panjang ini harus waspada terhadap lonjakan Covid-19 karena banyak masyarakat yang diprediksi melakukan perjalanan ke luar kota untuk berwisata ataupun pulang kampung.

Baca juga: Libur Panjang, Pakai Link Nonton Gratis Ini Bisa Streaming dan Download 7 Rekomendasi Film Terbaik

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, momen libur panjang ini tentunya mendulang efek positif dari sisi perputaran arus ekonomi nasional.

"Tetapi momen ini juga menjadi berisiko tinggi, karena berpotensi mendulang penularang Covid-19 yang lebih masih sebagaimana dampak saat libur panjang Agustus 2020 yang dilanjut Tahun Baru Islam," kata Tulus dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Jelang Libur Panjang, Pertamina Amankan Pasokan BBM dan Elpiji

Oleh karena itu, Tulus mengungkapkan, momen libur panjang harus diwaspadai oleh semua pihak baik itu pemerintah pusat, pemda, pengelola wisata, pusat belanja, restoran, dan juga masyarakat.

"Intinya agar semua pihak konsisten dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tanpa adanya kompromi dan jangan pertaruhkan kesehatan dan keselamatan hanya karena gelembung ekonomi sesaat.

Tulus menyebutkan, jika sampai lengah dengan protokol kesehatan maka alih alih mendulang kue ekonomi malah akan mendulang penularan Covid-19 yang lebih masif.

Lanjut Tulus, pemerintah dan aparat harus tegas menegur dan bahkan memberikan sanksi bagi pihak yang tidak patuh pada protokol kesehatan khususnya di pusat keramaian.

"Masyarakat juga jangan abai dengan protokol kesehatannya, saat melakukan perjalanan ke kampung halaman atau tempat wisata yang berpotensi menguras energi dan kemudian mereduksi imunitas," ujar Tulus.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved