Breaking News:

Polri Pastikan Selidiki Penyebar Hoax Jakarta Lockdown Total

Kepolisian RI memastikan akan menyelidiki penyebaran berita bohong alias hoax terkait dengan kabar Jakarta akan lockdown total.

Tangkap layar YouTube Kompas TV
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI memastikan akan menyelidiki penyebaran berita bohong alias hoax terkait dengan kabar Jakarta akan lockdown total pada 12 Februari 2020 mendatang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan informasi itu dipastikan tidak benar. Penyidik siber polri pun akan menyelidiki penyebar informasi bohong tersebut.

"Ya kami akan selidiki," kata Irjen Argo dalam keterangannya, Minggu (7/2/2021).

Polri mengingatkan penyebar informasi hoax dapat dikenakan pasal 28 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2008 tentang penyebaran berita bohong melalui media elektronik.

Dalam beleid pasal itu, para pelanggar dapat diancam sanksi pidana penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memastikan kabar adanya kebijakan pemerintah yang terkait dengan lockdown pada 12 Februari 2021 hingga 15 hari ke depan merupakan berita bohong alias hoax.

Kabar itu tersebar di dalam aplikasi pesan berantai.

Argo menyatakan telah mengkonfirmasi kabar itu kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kabar di dalam pesan berantai itu dipastikan tak benar alias hoax.

"Tadi dapat informasi dari Kemenkes bahwa broadcast ini adalah tidak benar, broadcast ini adalah salah, dengan adanya broadcast yang tidak benar itu akan berdampak negatif bagi siapa saja," kata Argo dalam diskusi daring, Jumat (5/2/2021).

Argo menyatakan konten itu dapat menghasut yang menimbulkan disinformasi di masyarakat. Sebaliknya, informasi itu dikhawatirkan dapat menimbulkan kegaduhan.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved