Breaking News:

Hari Pers Nasional 2021

Sri Haryati: Pemprov DKI Siap Membuka Komunikasi dengan Media dan Dunia Usaha

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) bekerjasama PWI Pusat memfasilitasi pelaksanaan webinar

Dok. Humas HPN 2021
Suasana webinar dengan tema "Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional : Apa yang Menjadi Prioritas?" 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari kedua tahapan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) bekerjasama PWI Pusat memfasilitasi pelaksanaan webinar dengan tema "Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional : Apa yang Menjadi Prioritas?"

Webinar ini fokus membahas Prioritas Percepatan Pemulihan Ekonomi dengan menghadirkan narasumber Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemkeu RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, Pemimpin Redaksi Infobanknews.com, Eko B Supriyanto dan Anggota Dewan Pers, Jamalul Insan serta dimoderatori oleh Wakil Sekjen PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto.

Kunta Wibawa menjelaskan pemerintah pusat terus berupaya memaksimalkan kebangkitan ekonomi selama pandemi, dengan mendorong ekonomi masyarakat di tingkat dasar, sekaligus memberi bantuan perlindungam sosial sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi dan penanganan Covid-19 di bidang kesehatan.

"Jadi realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menunjukkan akselerasi yang terus meningkat pada kuartal IV-2020 yang mencapai Rp 184,3 triliun," ungkap Kunta.

Klaster perlindungan sosial (Perlinsos) pun telah mencapai realisasi 100% di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan beras, kartu sembako dan bantuan tunai, bansos Jabodetabek, bansos non tunai Jabodetabek, bantuan subsidi upah/gaji, bantuan subsidi upah/gaji bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS di Kemendikbud dan Kemenag.

"Cakupan perlindungan sosial makin luas dan targeting semakin baik. Hampir semua RT di kelompok 40% masyarakat berpenghasilan terendah menerima setidaknya satu bantuan. Meski isu exclusion dan inclusion error masih ada tetapi terdapat perbaikan data bottom up," jelasnya.

Sementara itu ketahanan pangan kata Kunta semakin membaik. Program bantuan sembako, dan bantuan tunai misalnya, membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan.

"Program Kartu Pra Kerja meningkatkan kompentensi dan membantu memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya.

Penyaluran berbagai bantuan secara tidak langsung juga meningkatkan inklusi keuangan (rekening bank atau rekening ponsel)Tambahan rekening dalam penyaluran program Kartu Pra Kerja, Bansos Tunai, dan Bantuan Subsidi Upah pekerja maupun guru honorer.

Progres realisasi pada klaster perlindungan sosial telah mencapai 99,5%, . Hal ini berdampak bagi masyarakat yang dibantu dapat bertahan dengan usahanya.

Halaman
123
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved