Breaking News:

Masyarakat Diminta Melapor Jika Anaknya Menjadi Korban Jambret yang Viral di Depok dan Jaksel

Modus dari kedua pelaku tersebut yakni, menanyakan alamat kepada korban sambil memperhatikan barang berharga yang digunakan korban.

ISTIMEWA
Rekaman CCTV aksi penjambretan di Jalan Kebagusan 3, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pelaku jambret kerap menjadikan anak-anak yang sedang bermain di luar rumah sebagai target kejahatan di jakarta Selatan. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap penangkapan dua pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kedua pelaku berinisial HIS (34) dan H (40) ini merupakan spesialisasi curas dengan korban anak kecil.

Keduanya kata Yusri, sejak 2019 kerap melakukan aksi di sekitaran wilayah Depok dan Jakarta Selatan.

"Memang dia ini (pelaku) beraksi dengan target anak anak kecil di pinggir jalan yang sedang megang ponsel atau barang berharga. Biasa melakukan di daerah depok dan juga di Jakarta Selatan," katanya kepada wartawan, di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (18/2/2021).

Menurut keterangan Yusri, pada 2019 pelaku mengakui sudah melakukan hal serupa sebanyak 10 kali, serta pada 2020 keduanya sudah beraksi sebanyak 3 kali namun sekali mengalami kegagalan.

Sedangkan, terakhir pada aksinya di 2021, keduanya berhasil diamankan pada 14 Februari dengan lokasi kejadian di Jalan Kebagusan 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tangkapan gambar CCTV pelaku jambret di Jalan Haji Sarmah, Gang Miun Panjul, nomor 129 RT 3 RW 7, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (12/2/2021).
Tangkapan gambar CCTV pelaku jambret di Jalan Haji Sarmah, Gang Miun Panjul, nomor 129 RT 3 RW 7, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (12/2/2021). (Istimewa)

"Hasil pengakuan awal saja di tahun 2020 dia melakukan 3 kali, tapi satu tidak berhasil pada saat itu dan dua berhasil, kemudian di 2019 mengaku sudah 10 kali. Ini masih kami dalami," ujar Yusri.

Yusri meminta kepada para orang tua untuk segera melapor ke pihak kepolisian, jika dalam kurun waktu tersebut kejadian serupa juga dialami oleh para anak.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pihaknya untuk mendalami kasus dan pengakuan yang diberikan kedua pelaku.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved