Breaking News:

Prajurit Paskhas Selamatkan Pasien Wanita 50 Tahun yang Hendak Lompat dari Lantai 20 Wisma Atlet

Alasan korban ingin bunuh diri lantaran Depresi kangen ketemu sama keluarga dan anaknya

WARTA KOTA/WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas sampah melintas di Kawasan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (21/12/2020). Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet tidak lagi menerima pasien Covid-19 tanpa gejala. Hal tersebut diberlakukan, karena penuhnya kapasitas ruangan di Wisma Atlet. Kapasitas seluruh tower Wisma Atlet sudah hampir penuh, khususnya tower bagi pasien Covid-19 tanpa gejala. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Prajurit Batalyon Komando 461 Paskhas bernama Praka David Anjar berhasil mengagalkan upaya bunuh diri seorang perempuan berinisial EK (50)yang hendak lompat dari Lantai 20, Tower 9, Wisma Atlet Pademangan Jakarta Utara pada Selasa (23/2/2021) malam.

Awalnya, Praka David yang sedang berjaga di Pos 2 Tower 9 Wisma Atlet Pademangan mendapat laporan dari tenaga kesehatan ada seorang wanita mencoba untuk lompat dari Kamar 2034, lantai 20, tower 9 pada pukul 23.55 WIB.

Dengan spontan Praka David bersama tenaga kesehatan menuju ke lantai 20 mengunakan lift.

Sesampai di lantai 20, Praka David langsung menuju kamar EK.

Baca juga: Antisipasi Penularan Covid-19, Protokol Kesehatan serta Skrining Harus Diterapkan di Pengungsian

Di kamar EK sudah ada Serda Dadang dari Detasemen Matra I Paskhas yang nampak kelelahan memegang tangan kiri EK.

Ketika itu posisi EK sudah di luar jendela berusaha untuk menjatuhkan diri.

Praka David langsung meraih tangan kanan EK untuk berusaha menarik EK ke dalam jendela kamar.

Tetapi ketika itu EK bersikeras tidak mau dibawa ke dalam kamar. 

"Dengan usaha Praka David dan Serda Dadang untuk membujuk EK kurang lebih selama 10 menit, EK berhasil ditarik ke dalam kamar melalui jendela.

Baca juga: Rawat 300 Pasien Covid-19, Tenaga Kesehatan Wisma Atlet Ungkap Banyak Kehilangan Waktu dan Tenaga

Selanjutnya Korban (EK) dibawa oleh tenaga mesehatan untuk mendapatkan perawatan karena kondisinya sangat lemah," dikutip dari laman resmi Korps Paskhas, paskhas.mil.id, pada Rabu (24/2/2021).

Diketahui alasan korban ingin bunuh diri lantaran Depresi kangen ketemu sama keluarga dan anaknya.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved