Breaking News:

Sindir Gubernur Anies Baswedan Lewat Pantun, Ketua DPRD DKI: Beresin Dulu Masalah di Jakarta

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi ''menyentil'' Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rapat paripurna

Tribunnews.com/Lusius Genik
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi ''menyentil'' Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rapat paripurna peringatan HUT ke-494 DKI Jakarta.

Sindiran ini disampaikan Pras lewat sebuah pantun yang dibacanya sebelum menutup rapat paripurna.

"Saya punya pantun buat Pak Anies. Beli baja di Pantai Carita, buat rehab rumah tua. Boleh saja punya cita-cita, tapi selesaikan dulu masalah di Jakarta," ucapnya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Rabu, 23 Juni 2021: Hujan Lebat Disertai Angin di 22 Wilayah Ini

Pantun yang dibacakan politisi PDIP ini pun sontak disambut tepuk tangan oleh para peserta dan tamu undangan rapat paripurna.

Seusai rapat paripurna, Pras menyebut, pantun itu dibuat sebagai pengingat agar Anies fokus menangani permasalah di Jakarta dan tidak dulu memikirkan soal pencalonannya sebagai presiden di tahun 2024 mendatang.

Baca juga: Politikus Demokrat: Tak Ada Urgensi Amendemen UUD 1945 

"Pantun terakhir itu mengingatkan kepada Pak Gubernur supaya berkonsentrasi pada masalah Jakarta dengan adanya pandemi covid," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Pemprov menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-494 Kota Jakarta, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusa, Selasa (22/6/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajaran Pemprov menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-494 Kota Jakarta, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusa, Selasa (22/6/2021). (Dok Pemprov DKI)

Selain masalah Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, permasalahan banjir dan kemacetan juga belum bisa dituntaskan Anies.

Padahal, masa jabatan Anies hanya tinggal menyisakan waktu satu tahun lagi.

"Masalah Jakarta itu banyak. Jadi sebagai warga negara sah saja kalau dia mau mencalonkan diri, tapi juga harus konsentrasi dulu mana si dia kerja, tugasnya di mana," kata Pras.

"Dia mau jadi Capres 2024 ya sah-sah saja saya bilang. Tapi beresin dulu masalah di Jakarta," tambahnya menjelaskan.

Halaman
123
Editor: Sanusi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved