Breaking News:

Keluarga Korban Tabrakan Maut di Bintaro Ingin Pengendara Moge Dijerat Pasal 311, Ini Alasannya

Keluarga korban kecelakaan maut di Bintaro ingin pengendara moge dapat hukuman yang lebih berat, ini pasal yang dirasa pantas untuk menjerat tersangka

Tangkap layar YouTube Tribunnews.com
Video viral tabrakan yang menewaskan seorang wanita 50 tahun di Bintaro. 

Perwakilan pihak keluarga korban itu ingin pelaku dihukum lebih berat.

"Seharusnya pihak kepolisian menurut hemat saya tidak menerapkan pasal 310, harusnya 311, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun."

"Dengan ngebut kan jelas, apa lagi motornnya moge. Cuma ini kita coba lihat hasil penyidikan  seperti apa," paparnya. 

Saat ini, karena jeratan pasal 310 dengan ancaman enam tahun penjara AS  tidak ditahan.

Polisi juga menerapkan Undang-Undang perlindungan anak.

"Karena perlindungan anak itu apa bila kejahatan itu diancam hukuman di bawah tujuh tahun, di atas tujuh tahun tidak bisa dikenakan diversi," ujarnya.

Kondisi moge Kawasaki RE-6n yang terlibat kecelakaan maut di Bintaro, Pondok Aren, Tangsel saat diamankan di Mapolres Tangsel, Selasa (2/8/2021).
Kondisi moge Kawasaki RE-6n yang terlibat kecelakaan maut di Bintaro, Pondok Aren, Tangsel saat diamankan di Mapolres Tangsel, Selasa (2/8/2021). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

M. Toyib mengatakan, keluarga korban akan memenuhi panggilan polisi pada Senin (9/8/2021).

Sebelumnya, pihak keluarga korban sempat diundang pada Rabu (4/8/2021), namun ditolak dengan alasan keluarga masih berduka.

"Iya kondisi keluarga masih berduka. Kita menunggu tujuh hari ini," pungkasnya.  

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, kronologi kecelakaan maut itu bermula dari AS yang menaiki motor gede (moge) Kawasaki RE-6n melaju di Jalan Raya Boulevard Bintaro, dari arah simpang Permata menuju arah Giant Bintaro.

Halaman
123
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved