Breaking News:

Kebakaran di Lapas Tangerang

Tim DVI Belum Terima Data Perbandingan Jenazah WNA Nigeria Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Tim Disaster DVI Polri masih menunggu data pembanding untuk mengidentifikasi jenazah Warga Negara Asing (WNA) Samuel Machado Nhavene, narapidana korba

Dok. Ditjenpas Kemenkumham
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi empat korban meninggal dalam musibah kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Disaster DVI Polri masih menunggu data pembanding untuk mengidentifikasi jenazah Warga Negara Asing (WNA) Samuel Machado Nhavene, narapidana korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Komandan tim DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko menjelaskan, pihaknya masih menunggu sampel DNA antemortem dari WNA asal Nigeria itu.

"Masih menunggu data (DNA,red) dari keluarga WNA," kata Hery kepada wartawan, Jumat (17/9/2021).

Nantinya, data DNA antemortem yang dicocokkan dengan data DNA postmortem itu rencananya diserahkan pihak keluarga Samuel ke Tim DVI melalui Kedutaan Besar Nigeria untuk Indonesia.

Hery mengatakan, bahwa pihaknya kembali berhasil mengidentifikasi satu korban tewas kebakaran Lapas Tangerang.

Hery menjelaskan, bahwa korban yang berhasil diidentifikasi adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

Hasil itu didapatkan dari laboratorium DNA RS Polri Kramat Jati.

Baca juga: Polisi Kantongi 31 Sampel DNA dan 20 Sidik Jari Korban Kebakaran Lapas Tangerang

"Sudah ada hasil, baru saja dapat dari laboratorium DNA, untuk satu yang WNI," terang Hery.

Hery menambahkan, saat ini Tim DVI tengah melakukan rekonsiliasi terhadap korban tersebut.

"Sedang proses rekonsiliasi lanjut release," tambahnya.

Diketahui sebelumnya, hingga Kamis (16/9/2021) kemarin, satu orang WNI korban tewas kebakaran Lapas Tangerang yang belum berhasil teridentifikasi adalah Bambang Guntara Wibisana bin Ahmad Yanan.

Lalu, ada Samuel Machado Nhavene (WNA Nigeria) belum teridentifikasi.

Adapun keseluruhan jenazah yang telah teridentifikasi tersebut yakni: 

1. Rudhi alias Cangak bin Ong Eng Cue (43)
2. Diyan Adi Priyana bin Kholil (44)
3. Kusnadi bin Rauf (44)
4. Bustanil Arifin bin Arwani (50)
5. Alfin bin Marsum (23)
6. Mat Idris bin Abdrismon (29)
7. Ferdian Perdana bin Sukriadi (28).
8. Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas (39).
9. Rocky Purmanna bin Syafrizal Sani (28).
10. Pujiyono alias Destro bin Mundori (28).
11. Anton alias Capung bin Idal (35).
12. Lim Angie Sugianto bin Go Shong Weng (68).
13. Sarim alias Bapak bin Harkam (56).
14. Rezkil Khairi alias Padang bin Nursin (23).
15. Sumantri Jayaprana alias Ipan bin Darman (35).
16. I Wayan Tirta Utama alias Tita Utama bin Nyoman Sami (36).
17. Petra Eka alias Etus bin Suhendar (25).
18. Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo (51) --WNA asal Portugal--
19. Rizal bin Tinggal (40) .
20. Mashuri bin Hamzah (41).
21. Chendra Susanto bin Then Ho (40).
22. Eko Supriyadi bin Karidi (29).
23. Irfan bin Peter (39).
24. M Alfian Ariga bin Bunyamin Saleh (32).
25. Roman Iman Sunandar bin Sunardi (35).
26. Andi Tudin alias Paci bin Ahmad Gempa (56)
27. Marjuki bin Nipan (39)
28. Chepy Hidayat bin Didin Komarudin (32)
29. Jueni alias Juweng bin Karna (28)
30. Pajar Prio Handogo bin Sunarto (44)
31. Ajum bin Jaya (44)
32. Doni Candra bin Alinodan (38)
33. Setiawan bin Sumarna (37)
34. Hermawan bin Nunung (34)
35. Muhammad Yusuf bin Mamat (43)
36. Sugeng cahyono bin Sujono (32)
37. Mohammad Ilham bin Juyono (36)
38. Kurniawan bin Sahuri (28) 
39. Hengky Gunawan Tjong bin Liu Pen Hin (35)
40. Bambang Guntara Wibisana bin Ahmad Yanan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved