Breaking News:

Ratusan Ton Besi Proyek Kereta Cepat Dicuri, Polisi Sebut Ada Keterlibatan Orang Dalam

Ratusan ton besi untuk proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dicuri di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Penulis: Fandi Permana
Editor: Wahyu Aji
Dokumentasi Polsek Makasar
Tampak mobil bak berikut batang besi yang diamankan jadi barang bukti pencurian di proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (30/10/2021) - Penyidikan kasus pencurian besi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur masih berlanjut 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan ton besi untuk proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dicuri.

Peristiwa itu terjadi di lokasi proyek Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, yang kerap menjadi sasaran komplotan pencuri.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan, besi-besi di proyek yang dicuri adalah milik PT Wijaya Karya (Wika).

Terdapat 4 jenis besi yang jadi sasaran empuk pencurian yakni besi H beam, besi kanal, besi pipa CSL, dan besi sekrup yang telah diamankan sebagai barang bukti.

"Ada beberapa jenis besi-besi konstruksi yang digunakan untuk membantu proses pengecoran. Memang jenis besi ini jadi incaran para pencuri yang kita amankan," kata Erwin saat konferensi pers, Senin (8/11/2021).

Komplotan maling yang mencuri besi proyek KCIC itu diketahui telah melakukan aksinya enam bulan belakangan. Dalam 6 bulan, komplotan pencuri itu berhasil menjual total 111.081 kilogram besi dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Ini cukup mencengangkan, dengan berbagai jenis besi yang dicuri mereka bisa jual ratusan ton," ujar Erwin.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen menyebutkan, kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih. Komplotan maling besi ini nekat menjalankan aksinya meski lokasi proyek dijaga ketat oleh satpam.

Baca juga: Maling Curi 111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat, Polisi Telisik Keterlibatan Orang Dalam

"Barang bukti curian ini dari inventarisasi nulan Juli sampai Oktober 2021, tercatat di daftar material yang hilang diperkirakan seharga Rp 1 miliar lebih," kata Zen.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved