Breaking News:

Sejumlah Rumah Warga di Karawang Rusak Akibat Angin Kencang, Warga Diingatkan Waspada

Angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat menyebabkan sejumlah rumah warga Karawang rusak.

Editor: Wahyu Aji
BPBD Kabupaten Padang Pariaman
ILUSTRASI Curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor serta angin kencang pada Rabu (29/9), pukul 16.00 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat menyebabkan sejumlah rumah warga Karawang rusak.

Kejadian ini berlangsung pada Jumat sore (26/11/2021), sekitar pukul 15.45 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D mengatakan, tidak ada laporan korban jiwa akibat musibah tersebut.

Bencana yang terjadi di Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, menyebabkan rumah rusak berat sebanyak 7 unit, rusak sedang 4 unit dan rusak ringan 5 unit.

"Total warga terdampak angin kencang mencapai 19 KK atau 72 jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang melaporkan tidak ada pengungsian paska insiden," kata Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima, Minggu (28/11/2021).

Setelah kejadian, petugas BPBD dibantu TNI, Polri, relawan dan warga setempat membantu warga yang rumahnya rusak.

BPBD telah mendata kerusakan rumah maupun jumlah keluarga terdampak angin kencang di lokasi terdampak.

Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi angin kencang, BNPB mengimbau warga untuk waspada dan siap siaga terhadap ancaman bahaya.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Senin 29 November 2021: 23 Wilayah Hujan Lebat dan Angin Kencang

"Masyarakat dapat berlindung di bawah struktur bangunan yang kuat dan menghindari berteduh di bawah pohon atau pun papan baliho," ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan lain, warga dapat memangkas ranting-ranting pohon yang ada di sekitar tempat tinggal.

Pemangkasan ranting bertujuan untuk menghindari beban pohon saat terjadi hujan lebat maupun angin kencang.

Sementara itu, selain bahaya angin kencang, pemerintah daerah dan warga juga diharapkan untuk waspada terhadap bahaya hidrometeorologi lain, seperti banjir.

Baca juga: Warga Purbalingga Tewas Tersengat Listrik Saat sedang Memangkas Ranting Pohon Albasia

Prakiraan cuaca di wilayah Purwasari terpantau berpeluang hujan ringan, sedang hingga hujan petir pada hari ini, Minggu (28/11).

Kondisi ini masih akan berpeluang terjadi hingga akhir November 2021.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved