Upah Minimum Pekerja 2022
Protes Pengusaha Soal Kenaikan UMP Jakarta, Wagub DKI: Kalau Usaha Mau Maju, Harus Perhatikan Buruh
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mempersilakan para pengusaha yang merasa keberatan dengan penetapan UMP
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Wahyu Aji
Laporan Wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mempersilakan para pengusaha yang merasa keberatan dengan penetapan UMP DKI tahun 2022 sebesar 5,1 persen untuk membuka dialog.
Riza mengaku Pemprov terbuka atas masukan yang datang dari pengusaha.
"Kalau pengusaha nanti kalau ada keberatan silakan disampaikan, kita bisa duduk, diskusi dialog," kata Riza kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).
Kendati begitu, ia mengingatkan kepada para pengusaha bahwa buruh merupakan tulang punggung perusahaan.
Sehingga semestinya perusahaan dapat menyejahterakan buruhnya sendiri.
Sebab, kesejahteraan buruh bukan tidak mungkin akan membawa usaha tersebut maju dan berkembang.
"Kalau ingin maju dan sukses harus menunjukan keadilan, harus juga memperhatikan kesejahteraan karyawannya, karena pengusaha tidak bisa tanpa buruh, buruh tidak bisa tanpa pengusaha," ungkap Riza.
Baca juga: Polemik Naiknya UMP DKI Jakarta: Didukung Buruh, Digugat Pengusaha
"Semua ini harus bersinergi, bekerjasama, begitu juga pemerintah butuh kerjasama semua pihak, dari pihak buruh, pihak pengusaha dan tentu dukungan dari masyarakat yang tidak kalah penting," pungkasnya.
Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merivis kenaikan UMP DKI tahun 2022 dari semula 0,8 persen menjadi 5,1 persen. Dengan begitu, kenaikan UMP di DKI sebesar Rp225 ribu.
Namun karena kenaikan ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta mengancam bakal menggugat revisi UMP DKI yang dilakukan Anies ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).