Minggu, 31 Mei 2026

Virus Corona

Gubernur DKI Anies Minta Warganya Tak Panik Sikapi Lonjakan Covid-19, Mengapa ?

Anies minta masyarakat tidak panik menyikapi lonjakan Covid-19 yang terjadi saat ini, dia menegaskan tingkat keterian tempat tidur masih terkendali.

Tayang:
Tangkap layar kanal YouTube Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta dalam beberapa hari ini menunjukan peningkatan cukup sigifikan.

Seiring dengan masuknya varian Omicron ke Indonesia.

Dari 16.021 kasus baru Covid-19 di Indonesia hari Selasa (1/2/2022), tercatat ada tiga provinsi jadi penyumbang terbesar.

Provinsi tersebut di antaranya DKI Jakarta 6.391 kasus, Jawa Barat 4.249 kasus, dan Banten 2.463 kasus.

Kembali jadi penyumbang kasus aktif terbanyak, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan minta warga tak panik.

Dia pun memastikan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan masih aman terkendali.

Ilustrasi virus corona.(Shutterstock)
Ilustrasi virus corona.(Shutterstock) (Shutterstock)

Anies Baswedan Minta Masyarakat Jakarta Tak Panik Sikapi Melonjaknya Kasus Covid-19 Omicron

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak panik menyikapi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini.

Diketahui, kasus Covid-19 di DKI Jakarta dalam beberapa hari ini menunjukan peningkatan cukup sigifikan seiring dengan masuknya varian Omicron ke Indonesia.

Menurut Anies lonjakan kasus Omicron bukan hanya di Jakarta, tetapi juga terjadi di kota-kota lainnya di dunia.

"Jangan panik, karena umumnya (Omicron) gejalanya ringan atau tidak bergejala atau gejala sedang," kata Anies di Vihara Hok Tek Tjeng Sin di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (1/2/2022).

Baca juga: Covid-19 di Kota Bekasi: 897 Kasus Baru Dalam Sehari, 28 Siswa dan Guru Tertular, PTM Tetap Berjalan

Namun demikian, Anies meminta warga yang merasakan gejala ringan agar langsung memeriksakan kondisinya dan melakukan tes Covid-19.

Jika merasakan gejala berat, lanjut Anies, warga bisa mendatangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

"Jika positif, lakukan segera isolasi secara disiplin, isolasi mandiri, supaya tidak menularkan kepada yang lain," ujar dia.

Berdasarkan data Pemprov DKI, kasus Omicron di Jakarta mencapai 2.892 kasus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved