Sabtu, 30 Agustus 2025

Webinar Dokter Alumni Smandel, Kupas Tuntas Strategi Menghasilkan Dokter Paripurna

Kemenkes telah mencanangkan apa yang disebutnya enam pilar transformasi untuk mengatasi berbagai persoalan terkait pembangunan bidang kesehatan.

Penulis: Johnson Simanjuntak
Editor: Adi Suhendi
Istimewa
Dirjen Tenaga Kesehatan Kemenkes RI Drg Arianti Anaya MKM. 

Kemudian Transformasi SDM kesehatan.

Tiga isu besar yang dihadapi di antaranya terkait jumlah yang masih belum mencukupi sesuai standar, maldistribusi dimana dokter-dokter masih lebih senang berada di daerah perkotaan daripada di daerah-daerah tertinggal, dan kualitas.

"Bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas dokter ini bertaraf International. Kenapa kita penting meningkatkan kualitas dokter, karena kita akan membuka AMEA 2025, dimana tenaga asing ini akan masuk ke Indonesia, bersamaan dengan investasi dari rumah sakit yang dibawa," katanya.

Keenam, Transformasi Teknologi Kesehatan.

Baca juga: Kemenkes Membuka Program Bantuan Pendidikan (PBP) Dokter untuk Memenuhi Jumlah Tenaga Kesehatan

"Kita tidak boleh lagi buta terhadap IT karena semua, bukan hanya orang IT, dokter pun sekarang semuanya harus paham terhadap IT,” kata Arianti.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DKI, dr Widyastuti MKM mengatakan, Jakarta juga sedang menuju transformasi sistem kesehatan.

Di DKI Jakarta tentu sepakat dan semangat, serta sudah mencoba membahas sejak tahun 2019, kemudian terhantam Covid-19 sehingga tertunda.

Beberapa tahun yang lalu seorang guru besar FK UI, mengatakan kenapa dokter Puskesmas banyak sekali yang merujuk kasus-kasus sederhana ke rumah sakit, bahkan sampai ke RSCM.

Kedua, di beberapa forum dengan organisasi IDI bagaimana distribusi dokter dan pengaturannya di Indonesia.

"Apakah betul-betul sudah ditata dengan baik sehingga tidak semuanya bertumpuk di Jakarta," ujarnya.

Visi Misi FKUI

Dalam webinar ini, Dekan FK UI Prof DR dr Ari Fahrial Syam menjabarkan visi dan misi FKUI.

Disebutkan, visi FK UI 2020-2024 yaitu menjadi pusat ilmu pengetahuan, teknologi kedokteran, dan budaya yang unggul dan berdaya saing, melalui upaya mencerdaskan kehidupan bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dan dunia

Ari Fahrial bersemangat menceritakan bahwa orang yang tidak punya uang bisa masuk FK UI dan FK UI tidak memberikan uang pangkal untuk regular, bahkan Iluni membantu.

Dalam kaitan ini katanya, banyak berlian di pelosok Indonesia, bisa mencapai cita-cita di FK UI walaupun tidak mampu.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan