Breaking News:

Pemerasan Bermodus Jadi Korban Tabrak Lari di Jakarta, Pelaku Bawa Airsoft Gun dan KTA TNI Palsu

Polda Metro Jaya menangkap dua orang berinisial AS (53) san ES (49) karena melakukan pemerasan dengan modus menjadi korban tabrak lari.

Editor: Adi Suhendi
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi pelaku kejahatan. Polda Metro Jaya menangkap dua orang berinisial AS (53) san ES (49) karena melakukan pemerasan dengan modus menjadi korban tabrak lari. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap dua orang berinisial AS (53) san ES (49) karena melakukan pemerasan dengan modus menjadi korban tabrak lari.

Dalam melakukan aksinya, pelaku kerap mengaku sebagai anggota Kopassus.

Selain itu, pelaku pun saat beraksi menggunakan mobil rental, senjata airsoft gun, dan kartu tanda anggota (KTA) TNI palsu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengungkap kedua pelaku berbagi peran saat beraksi.

AS berperan mengaku sebagai anggota TNI dan eksekutor melakukan pemerasan.

Baca juga: Korban Kekerasan Seksual WNA China Pertanyakan Alasan Kasusnya Dihentikan Penyidik Polda Metro Jaya

Sedangkan ES selaku joki yang mencari korban secara acak.

"Mereka komplotan saling mengenal. Satu inisialnya AS peranya eksekutor dan ES peran sebagai joki," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Zulpan menerangkan keduanya sudah beraksi sebanyak 19 kali dengan meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Orang yang Adang Mobil Walkot Cilegon saat Demo BBM Sebagai Tersangka

Dalam melancarkan aksinya, tersangka ES berkeliling jalan menggunakan mobil rental untuk mencari target korban.

Setelah itu, dia menyerempet mobil korban kemudian melakukan pemerasan dengan mengaku sebagai korban tabrak lari.

"Mereka berkeliling dengan mobil sewaan rental. Ketika temukan target mereka memepet mobil korban dan mengatakan korban telah menabrak mereka. Kemudian minta ganti rugi ke korban," ucapnya.

Baca juga: Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Diamankan di Polda Metro Jaya untuk Pemeriksaan Lanjutan

Saat itu, tersangka AS memainkan perannya. Sambil memegang senjata airsoft gun dan mengaku sebagai anggota TNI dia melakukan pemerasan hingga merampas barang-barang berharga korbannya.

"Mereka akan todongkan senpi dan mengambil barang milik korban kemudian melarikan diri," ungkapnya.

Atas perbuatannya, AS dan ES telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Mereka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved