BBM Bersubsidi

Demo Tolak BBM, Buruh Kecam Sejumlah Partai Merupakan Partai Borjuis: Merampok Hak Rakyat

massa buruh menyebutkan partai-partai yang kini duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan partai borjuis yang telah merampok hak rakyat. 

Mario Christian Sumampow
Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indoneska (KASBI), dan elemen mahasiswa mendatangi kawasan Patung Kuda, Monas, Senin (13/9/2022) untuk menyuarakan demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), dan elemen mahasiswa mendatangi kawasan Patung Kuda, Monas, untuk berdemo menyuarakan penolakan kenaikan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (13/9/2022). 

Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan kenaikan BBM, menurunkan harga bahan pokok, dan mencabut Omnibus Law UU Ciptaker. 

Dalam orasi, massa buruh menyebutkan partai-partai yang kini duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan partai borjuis yang telah merampok hak rakyat. 

"Partai Gerindra, partai Nasdem, partai Hanura partai PKB adalah partai borjuis yang bertugas merampok buruh, merampok rakyat," ujar seorang orator yang disambut sorakan oleh massa lainnya. 

Dalam orasi lanjutannya ia juga mengatakan dengan lantang untuk jangan pernah percaya dengan janji-janji yang dilontarkan oleh partai politik.

"Maka hanya satu kata, jangan percaya janji-janji politik yang digunakan oleh partai borjuis yg hari ini sedang merampok negeri ini," ucapnya. 

Ada 10 tuntutan yang dibawa oleh para massa demo kali ini.

Pertama meminta pemerintah menurunkan harga BBM dan bahan pokok. Kedua, menolak upah murah dan meminta berlakukan upah yang layak secara nasional.

Baca juga: Ribuan Mahasiswa Demo Tolak Harga BBM Naik di Depan Istana Merdeka Siang Ini

Ketiga meminta hapuskan sistem kerja kontrak dan outsourching. Keempat, meminta tindakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga union bosting dihentikan.

Kelima meminta melaksanakan hak buruh perempuan dan melindungi buruh migran Indonesia.

Keenam adalah meminta jaminan sosial, bukan asuransi sosial.

Ketujuh, meminta tangkap dan adili serta penjarakan pengusaha nakal. Kedelapan, meminta pendidikan dan kesehatan graris bagi rakyat. 

Kesembilan tolak privatisasi dan membangun industri nasional. Kesepuluh, adalah Tanah Air kesejahteraan rakyat.

Sebelumnya, massa melakukan long march dari Jalan MH. Thamrin menuju kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022).
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved