Jumat, 29 Agustus 2025

Cuaca Ekstrem

Karyawan Perkantoran di Kawasan Mega Kuningan Sudah Diperintahkan WFH Rabu Besok

sejumlah perkantoran di Mega Kuningan mulai memerintahkan para karyawan untuk bekerja dari rumah alias WFH besok.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI Deretan gedung perkantoran terlihat berjejer di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (19/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Buntut dari adanya potensi cuaca ekstrem yang bakal melanda Jabodetabek sejumlah perkantoran di Mega Kuningan mulai memerintahkan para karyawan untuk bekerja dari rumah alias WFH pada Rabu(28/12/2022).

"Iya beneran besok disuruh WFH," kata Imron salah satu karyawan swasta yang bekerja di Mega Kuningan, Jakarta Selatan saat berbincang dengan Tribun, Selasa(27/12/2022).

Imron menjelaskan dirinya dan karyawan lain di kantor tempatnya bekerja sudah mendapatkan surat elektronik(email) dari bagian Human Resources Departemen (HRD).

Dalam email tersebut lanjut Imron HRD meminta seluruh karyawan untuk bekerja dari rumah alias WFH.

"Cuma besok saja sih dan enggak ada instruksi lain," ujar Imron.

Pria yang bekerja di gedung The East, Mega Kuningan, Jakarta Selatan ini juga menyebut bahwa bagian HRD tempatnya bekerja juga terus memantau perkembangan terkini dari kondisi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG).

Apabila nanti cuaca ekstrem terjadi lagi setelah Rabu tidak tertutup kemungkinan seluruh karyawan bakal diminta WFH kembali.

"Tergantung BMKG sih ini, jadi dipantau terus," kata Imron.

Hal berbeda justru dirasakan oleh Budi, salah seorang tenaga pengajar teknik smarthome di sebuah kampus swasta bilangan Jakarta Utara.

Budi menyebut tempatnya bekerja belum memerintahkan para karyawannya untuk bekerja dari rumah alias WFH.

"Saya belum ada perintah WFH nih," kata Budi.

Baca juga: Peneliti BRIN: Jabodetabek Berpotensi Badai Dahsyat Besok, Rabu 28 Desember 2022

Sekadar informasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti potensi kemunculan 'Badai Squall Line' yang diprediksi akan melintasi Selat Sunda dan berada 'di atas langit Jabodetabek' pada Rabu(28/12/2022). Peneliti Iklim Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin pun menjelaskan bahwa berdasar pada hasil kajian para peneliti di BRIN, multiplikasi energi dapat terjadi pada multisel badai tersebut.

Selain itu, multisel badai ini juga dapat mengalami penggabungan, proses inilah yang kemudian 'menciptakan' badai raksasa yang diprediksi mengancam kawasan Jabodetabek. Perlu diketahui, squall line merupakan badai guntur yang terbentuk memanjang seperti garis.

"Berdasarkan hasil kajian kami di BRIN, badai squall line ketika menyeberang Selat Sunda, maka multisel badai dapat mengalami multiplikasi energi dan mengalami penggabungan, sehingga menjadi badai yang meraksasa di atas Jabodetabek," kata Erma.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan