Jumat, 12 Juni 2026

Mobil Tabrak Pemotor di Ragunan

Gelar Perkara, Bakal Ada Tersangka di Kasus Anak Petinggi Polri Tabrak Pelajar ?

Polda Metro gelar perkara tentukan ada tidaknya unsur pidana di kasus anak petinggi Polri tabrak pelajar, bakal ada tersangka ?

Tayang:
DOK. Dirlantas Polda Metro Jaya/Clip Art Library
Ilustrasi Mercedes Benz (Mercy) kecelakaan. Polda Metro gelar perkara tentukan ada tidaknya unsur pidana di kasus anak petinggi Polri tabrak pelajar, bakal ada tersangka ? 

Di sisi lain, keluarga korban akan meminta perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Peristiwa kecelakaan maut yang merenggut nyawa MSA terjadi di Jalan Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (12/3/2023) dini hari sekitar pukul 02.20 WIB.

"Iya pastinya (minta perlindungan LPSK)," kata N.

Rencananya, N dan keluarga serta didampingi kuasa hukum akan mendatangi LPSK pada Senin (3/4/2023), setelah mengadu ke Propam, Kompolnas, dan Komnas HAM pada hari yang sama.

"Insya Allah sih di hari yang sama, karena itu kan lumayan makan waktu ya. Takutnya agak malam. Tapi dipastikan ke semua lembaga itu," ujar dia.

Alasan pihak keluarga korban meminta perlindungan LPSK tak terlepas dari latar belakang pelaku berinisial MMI yang diduga anak petinggi Polri.

"Takutnya kita kan butuh perlindungan juga, maksudnya ini kan anak dari siapa siapa, gitu kan," ucap N.

Baca juga: Kronologi Pengemudi Mercy Diduga Anak Petinggi Polri Tabrak Pemotor hingga Tewas di Jakarta Selatan

Sebelumnya, pihak keluarga korban telah melaporkan peristiwa kecelakaan itu ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/127/III/2023/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.

Saat kejadian, korban MSA dan temannya berinisial SBA tengah berboncengan sepeda motor Honda Vario berpelat nomor B 4454 SRT.

Namun, secara tiba-tiba motor tersebut ditabrak mobil Mercedes-Benz berpelat nomor D 1127 DQ.

"Iya betul, adikku dibonceng. (Pengemudi Mercy) mau kabur, terus dikejar sama ojol. Terus dia berhenti," ungkap N, Jumat (31/3/2023).

Usai Tabrak Pemotor hingga Tewas di Ragunan, Putra Ira Riswana Trauma, Takut Keluar Rumah

Ira Riswana membeberkan kondisi sang anak, Malik Ibrahim usai kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar.

Menurut Ira Riswana sampai saat ini dirinya dan keluarga terus berusaha menjaga kesehatan mental putranya.

Bahkan Ira Riswana mengatakan putranya sempat tidak berani untuk keluar rumah usai kejadian yang menewaskan seorang pelajar di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan tersebut.

"Saya masih menjaga psikis anak saya. Karena dari awal memang dia bener-bener yang tertekan, terguncang, trauma, dan sampai dia tidak bisa keluar rumah," kata Ira Riswana di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (3/4/2023).

Dampak lainnya usai kecelakaan tersebut membuat Malik Ibrahim terpaksa tidak mengikuti ujian untuk masuk ke perguruan tinggi.

"Segala rupa tidak ujian, Seharusnya masuk universitas, ujar Ira Riswana.

Ira Riswana sebagai orangtua kini lebih banyak diam untuk mencegah pemberitaan berlebihan kepada putranya. Ia tak ingin sang anak semakin tertekan dengan pemberitaan yang ada.

"Saya diem tuh bukan karena apa apa, saya masih banyak menjaga psikis anak saya," pungkasnya

Ira Riswana (tengah) saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (3/4/2023).
Ira Riswana (tengah) saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (3/4/2023). (TRIBUNNEWS.COM/Fauzi Nur Alamsyah)

Pengemudi Mercy yang Tabrak Pelajar hingga Tewas Benar Anak Polisi, Diduga Mabuk saat Kejadian

MMI (18), pengemudi Mercedes Benz (Mercy) yang menabrak pelajar hingga tewas, MSA (18), di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada pertengahan Maret 2023, benar anak polisi.

Hal ini disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Bayu Marfiando.

"Saya nggak tahu batasan anak petinggi Polri. Yang jelas anak polisi, betul," kata Bayu kepada TribunJakarta.com, Minggu (2/4/2023).

Menurut kakak korban MSA, N, MMI diduga dalam keadaan mabuk saat menabrak sang adik di kawasan Pasar Minggu.

Informasi soal MMI diduga mabuk ini didapat N dari seorang saksi mata yang hingga sekarang belum diperiksa polisi.

Kepada N, saksi tersebut mengaku melihat MMI sudah ugal-ugalan sejak menyetir di kawasan Kemang.

"Dengan saksi mata yang polisi belum punya, saksi mata membuktikan dari Kemang itu mobil itu sudah ugal-ugalan sangat kencang dari arah Kemang."

"Itu saksi yang belum polisi dapatkan," ujar N, Minggu.

Selain saksi mata itu, driver ojek online (ojol) yang melihat kejadian MMI menabrak MSA, juga membenarkan kondisi pelaku diduga mabuk lantaran terlihat dari wajah dan matanya.

Karena itu, N merasa heran MMI tak menjalani tes urine pascakecelakaan terjadi.

"Dari pihak ojol pun yang sempat aku posting di Instagram itu, si pemobil kayaknya mabuk, karena terlihat juga dari mukanya, matanya," tutur N.

"Kenapa anak itu tidak dites urine pascakejadian itu, tidak ditahan, apakah sudah punya SIM, terus (berkendara) dengan kecepatan berapa," sambungnya.

Baca juga: Tiba di Bandara Ngurah Rai Bali Dalam Keadaan Mabuk, Turis Asal Amerika Diamankan Petugas

Untuk memperjelas kasus kecelakaan yang menimpa sang adik, N pun mendesak pihak kepolisian membuka rekaman CCTV.

Bahkan, N menyebut keluarganya akan melapor ke Propam Polri terkait rekaman CCTV di lokas kecelakaan MSA.

Pasalnya, N mengaku pihaknya hanya mendapat rekaman CCTV yang memperlihatkan kendaraan berlalu-lalang, bukan saat terjadi kecelakaan.

Rencananya, N dan keluarga akan menyambangi Propam Polri pada Senin (3/4/2023) besok.

Tak hanya ke Propam Polri, keluarga MSA juga berencana mendatangi Kompolnas dan Komnas HAM.

"Kita nggak dikasih semua CCTV dari semua arah. Sedangkan aku lihat itu jalan raya besar dan setiap titik itu ada CCTV."

"Kita nggak dikasih CCTV dari arah situ, sama sekali nggak dikasih," ungkap N.

"Kita mau ke Propam untuk mencari tahu itu, kenapa CCTV dari arah kanan kiri, sana sini, itu nggak dikasih lihat ke kita," imbuhnya.

Dengan mendatangi Propam Polri, Kompolnas, dan Komnas HAM, N berharap kasus tewasnya MSA dapat segera diusut.

"Dipercepat (penanganan kasus), dan yang kemarin salah bikin laporan itu, itu mau kita laporkan semua," pungkasnya.

Ungkap Kronologi Versinya, Artis Ira Riswana Bantah Anaknya Mabuk Saat Tabrak Pelajar hingga Tewas

Artis senior Ira Riswana, istri Karo Ops Polda NTB Kombes Abu Bakar Tertusi, membeberkan kronologi versinya dalam kecelakaan menewaskan pelajar yang menyeret putranya, Malik Ibrahim.

Malik Ibrahim diduga menabrak dua pelajar dimana satu orang korban luka-luka dan lainnya meninggal dunia.

Melalui kuasa hukum Ira Riswana, Olop Turnip menjelaskan awal kejadian putra kliennya, menabrak sepeda motor milik korban.

Saat itu Malik Ibrahim mengendarai mobil Mercy. Ia diketahui baru saja pulang dari kantor temannya yang berada di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

"Kalau dari klien saya, kronologinya dari kantor temannya. Dia itu ada dari arah Mampang," ungkap Olop Turnip kepada awak media di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin, (3/4/2023).

Lebih lanjut kliennya saat itu mengendarai mobil dengan kecepatan stabil dan menaati rambu-rambu lalulintas.

Mobil yang dikendarai Malik Ibrahim dijelaskan oleh Olop Turnip melaju saat kondisi lampu lalulintas berwarna hijau dari arah Mampang.

Sedangkan korban melaju dari arah Cilandak sehingga kecelakaan pun tidak bisa terhindar.

"Dia lagi jalan, posisi stabil, kecepatan konstan, lampu dalam keadaan hijau, sudah ada di CCTV yang tersebar. Tiba-tiba, muncul pemotor dari arah Cilandak, dan udah (tertabrak), kejadiannya cepet," terangnya.

Kemudian, Olop menepis jika kliennya kabur seusai menabrak korban pelajar tersebut.

Olop menjelaskan bahwa putra Ira Riswana berusaha meminggirkan mobilnya untuk menghindari kemacetan dan mengempeskan airbag yang saat itu terbuka.

Namun, Malik Ibrahim justru dikejar oleh beberapa motor sebab disangka menjadi pelaku tabrak lari.

"Klien saya itu tidak kabur. Dia airbag-nya meledak, dia berusaha mengempeskan (airbag)," katanya.

"Baru dia meminggirkan mobilnya itu di belokan ke kanan. Karena takut menyebabkan kemacetan kan. Terus dia dikejar sama motor karena disangka mau kabur, tapi tidak," sambungnya.

Kemudian, Olop mengklaim bahwa kliennya itulah yang membawa korban menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) Pasar Minggu dengan memberhentikan taksi.

"Dan klien kami turun, terus menyetop taksi ke RSUD Pasar Minggu. Begitu kronologinya," ujarnya

Kasus Pengendara Mercy Tabrak Pelajar hingga Tewas

Seperti diketahui, Pengemudi mobil diduga anak petinggi Polri, MM (18), menabrak seorang pelajar berinisial MSA (18) hingga tewas.

Kecelakaan maut ini terjadi di Jalan Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Minggu (13/2/2023) sekitar pukul 02.20 WIB, saat MM mengemudikan Mercedes Benz (Mercy).

Ketika kejadian, MSA dan temannya, SBA (18), tengah berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario berpelat nomor B 4454 SRT.

Saat itulah motor Honda Vario yang dikendarai MSA dan SBA, tertabrak mobil Mercy yang dikemudikan MM.

Menurut keterangan kakak MSA, N, sang adik dibonceng oleh SBA saat kecelakaan.

"Iya betul, adikku dibonceng," ungkap N saat dihubungi wartawan, Jumat (31/3/2023).

Lebih lanjut, N mengungkapkan MM langsung kabur setelah kecelakaan terjadi.

Namun, MM akhirnya berhenti dan menepi setelah dikejar oleh driver ojek online.

"Iya betul, adikku dibonceng. (Pengemudi Mercy) mau kabur, terus dikejar sama ojol. Terus dia berhenti," lanjut N.

Menurut Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Bayu Marfiando, kecelakaan terjadi lantaran motor Honda Vario yang ditumpangi MSA, menerobos lampu merah.

Bayu menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, MM yang tengah mengemudikan Mercy sedang melaju dari arah Pejanten di Jalan Taman Margasatwa.

Saat di perempatan Pertanian, lampu lalu lintas berwarna hijau sehingga MM terus melaju.

Tetapi, dari arah berbeda, datang Honda Vario yang dikendarai MSA dan SBA dari arah Cilandak.

Ilustrasi Kecelakaan.
Ilustrasi Kecelakaan. (Tribun Jogja/Istimewa)

Diduga, SBA yang mengemudikan Honda Vario menerobos lampu merah sehingga terlibat kecelakaan dengan Mercy.

"Awalnya satu sudah duluan menerobos, dilanjut dia (korban) terobos jadi."

"Dia berhenti lihat (lampu) merah sambil menunggu kok lama."

"Akhirnya dia terobos nah akhirnya terjadi kecelakaan," terang Bayu pada Sabtu (1/4/2023).

Buntut kecelakaan itu, MSA pun meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan SBA harus menjalani perawatan di rumah sakit hingga kini.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved