Sabtu, 30 Agustus 2025

GCB Olah Sampah Sungai Ciliwung jadi Sumber Tenaga Listrik

Ditambahkan Peni, pada 2020 Kementerian Lingkungan Hidup RI memberikan penilaian kelas dua untuk sungai Ciliwung sejak dinyatakan tercemar pada 1989.

Penulis: Eko Sutriyanto
Istimewa
Ketua Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), Ir Peni Susanti Dipl Est 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak tahun 2020, sebagian sampah di sungai Ciliwung telah diolah dan disulap menjadi bahan bakar setara batu bara yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.

Ketua Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), Peni Susanti mengatakan, untuk menghasilkan bahan bakar dari sampah pihaknya menggunakan metode Integrated Resource Recovery Center.

"Refuse Derived Fuel (RDF) dibuat di instalasi Tempat Olah Sampah Setempat yang dibangun di lokasi sekretariat GCB dengan menggunakan metode fermentasi," kata Peni kepada wartawan di sela-sela peringatan HUT Ciliwung ke-12, Selasa (28/11/2023).

Setelah itu, kata dia, sampah dikeringkan, dicacah halus lalu dipadatkan menjadi pelet dan digunakan sebagai bahan bakar pada proses co-firing batubara menjadi tenaga listrik.

"Metode ini kami luncurkan sejak tahun 2020 dan ini adalah hasil kolaborasi kami dengan para mitra,” kata Peni Susanti.

Saat ini, hasil olahan pelet dari program TOSS GCB telah dimanfaatkan oleh PLTU mitra.

Ditambahkan Peni, pada 2020 Kementerian Lingkungan Hidup RI memberikan penilaian kelas dua untuk sungai Ciliwung sejak dinyatakan tercemar pada 1989.

"Saat ini kondisi Ciliwung sudah semakin baik.

Ciliwung juga sudah muncul biota sungai mulai dari lobster hingga ikan-ikan yang cukup langka," pungkasnya.

Ditambahkan Peni, saat ini selain TOSS, kami juga terus berupaya meningkatkan animo masyarakat agar peduli pada kelestarian Sungai Ciliwung melalui program ekowisata dan eduwisata Ciliwung.

Program tersebut di antaranya susur sungai, memanen hasil hidroponik ventikultur sambil menikmati kopi di Kedai pinggir Sungai Ciliwung

"Inilah saatnya kami kenalkan wajah baru Sungai Ciliwung sebagai alternatif tujuan wisata di Jakarta sambil menimba ilmu tentang sungai, pelestarian sungai dan lingkungan sekitar sungai,” ujarnya.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Industri Tawarkan Kemasan dengan Bahan yang Dapat Terurai Secara Alami

GCB juga memberikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang mendukung GCB melalui pemasangan paving block hasil pengelolaan sampah etiket mie instan yang low value dan total area yang telah dipasang paving block seluas 911m2 menggunakan 801.680 lembar kemasan etiket Indomie seberat 1,3 ton.

Pemasangan paving block di sekertariat GCB ini merupakan media edukasi dan informasi kepada masyarakat bahwa sampah hasil pemilahan dapat didaur ulang menjadi paving block yang berkualitas setara dengan paving konvensional.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan